DetikNews
Selasa 20 November 2018, 15:38 WIB

Drama Kolosal Ramayana Dipentaskan di Athena

Rita Uli Hutapea - detikNews
Drama Kolosal Ramayana Dipentaskan di Athena Foto: KBRI Athena
Athena - "Bagai Rama dan Shinta", ungkapan ini populer untuk mengungkapkan kesetiaan seseorang kepada kekasihnya. Ternyata cerita mengenai Rama dan Shinta ini tidak hanya dapat dinikmati di Indonesia saja. Drama kolosal ini diangkat dan dipertontonkan kembali oleh Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia di Yunani (IKKIY) pada tanggal 18 November 2018 bertempat di gedung Teater Nea Realto Kypseli, Athena.

Lalu, siapakah gerangan pemeran dalam drama tersebut, mereka bukanlah aktor profesional yang terbiasa tampil di panggung, mereka hanyalah WNI para pekerja sektor non-formal di Yunani yang telah memberikan waktu, tenaga bahkan materinya untuk dapat menyajikan cerita Ramayana dengan baik dan apik kepada masyarakat Asing sekaligus menghibur masyarakat Indonesia yang berada di Yunani.

Drama yang menceritakan mengenai kisah kesetiaan dan pengorbanan dua insan tersebut mendapatkan sambutan yang hangat dari 350 penonton, salah satunya adalah Katherina Kalogeropoulos, WN Yunani yang juga Honorary Consul General of Ethiopia menyatakan kekagumannya atas pertunjukan Drama yang disajikan dengan lugas sehingga mudah dimengerti meskipun disampaikan dalam bahasa Indonesia.

Penonton yang lain juga menyatakan seperti terhipnotis pada saat mengikuti drama kolosal yang dibumbui dengan beberapa lelucon, tanpa sadar kita telah mengikuti cerita Ramyana. Meskipun beberapa penonton menyatakan pernah membaca cerita mengenai Ramayana, namun pertunjukan kali ini disajikan dengan alur cerita yang berbeda sehingga mempermudah penonton mengikuti alur ceritanya, salah satunya adalah adegan di mana saat abdi dalam dewi Shinta keluar dengan menyanyikan lagu "syantik" yang sedang populer di Indonesia saat ini.

KBRI Athena menyatakan dalam rilis pers kepada detikcom, Selasa (20/11/2018), selain drama kolosal Ramayana, Pentas Seni Indonesia tersebut juga menampilkan berbagai tarian tradisional Indonesia, seperti tarian Panyem Berma, Kecak Taruna Jaya dari Bali; tarian Reog Kendang dari Tulungagung; tarian Jejer Gandrung dari Bayuwangi; tarian Jaranan Safitri Putro dari Tulungagung; tarian Tobelo dari Maluku Utara, tarian Soyong dari Jawa Timur. Uniknya lagi Tarian-tarian tersebut ditampilkan langsung oleh masing-masing komunitas. Tidak ketinggalan tarian Sajojo dan Maumere ikut memeriahkan acara di akhir pentas seni.

Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia (IKKIY) adalah Perkumpulan masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat di Yunani baik berdasarkan daerah di Indonesia maupun organisasi keagamaan. Hingga saat ini, di Yunani terdapat berbagai komunitas, seperti kelompok Krama Bali (Perkumpulan Masyarakat Bali), Arwangi (Organisasi perkumpulan orang-orang Banyuwangi), Pawangayun (Organisasi khusus perkumpulan Orang-Orang Jawa yang berbahasa Ngapak/ Cilacap), Pamujos (Organisasi Perkumpulan orang-orang Tulung Agung), Kawanua (Perkumpulan Masyarakat Manado), serta komunitas yang berdasarkan keagamaan seperti komunitas Rohani Islam (Rohis), Persekutuan Umat Kristen di Indonesia (Perki), dan Gereja Bethel Indonesia (GBI). Hingga saat ini jumlah anggota IKKIY berjumlah sekitar 700 orang dari sekitar 1318 orang Masyarakat Indonesia di Yunani.

Masyarakat Indonesia yang pada umumnya bekerja di sektor non formal tersebut menyisihkan waktunya untuk dapat mengikuti latihan tarian di sela-sela rutinitasnya sehari-hari. "Kami bangga menjadi bagian dari promosi Indonesia di luar negeri, hanya hal ini yang bisa kami lakukan sebagai warga negara yang tinggal di negeri rantau", ungkap Ady Putra, ketua IKKIY.

"Apa yang kami lakukan menjadi pelipur lara akan kerinduan kami kepada negeri tercinta" tambah Putra.

Kegiatan yang dibuka oleh Duta Besar RI di Yunani, Ferry Adamhar tersebut juga diwarnai dengan bernyanyi bersama-sama lagu-lagu nasional perjuangan Indonesia, seperti Indonesia Pusaka, tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku dan sebagainya. "Meskipun berasal dari berbagai daerah dan komunitas yang berbeda, Masyarakat Indonesia tetap kompak dan memiliki nasionalisme yang tinggi" ungkap Duta Besar RI, Ferry Adamhar.

"Kami juga bangga atas inisiatif Masyarakat Indonesia untuk kegiatan ini, tidaklah mudah bagi masyarakat Indonesia di Yunani membagi waktu di tengah kesibukan sehari-hari untuk mempersiapkan acara sebesar ini," imbuh Adamhar.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed