DetikNews
Sabtu 17 November 2018, 12:57 WIB

Sadapan Telepon Bukti Putra Mahkota Saudi Perintahkan Bunuh Khashoggi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sadapan Telepon Bukti Putra Mahkota Saudi Perintahkan Bunuh Khashoggi Putra Mahkota Arab Saudi (Foto: Dok. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS)
Washington - Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Menurut pemberitaan media ternama New York Times yang mengutip sumber-sumber pejabat AS, Sabtu (17/11/2018), kesimpulan CIA tersebut didasarkan pada besarnya kekuasaan MBS atas Saudi sehingga pembunuhan tersebut tak mungkin terjadi tanpa persetujuannya. Kesimpulan CIA juga didasarkan pada sadapan telepon MBS beberapa hari sebelum pembunuhan dan panggilan telepon oleh anggota tim pembunuh ke seorang pejabat dekat MBS.

Pejabat-pejabat AS mengatakan, beberapa minggu terakhir CIA yakin bahwa MBS terlibat dalam pembunuhan Khashoggi namun CIA enggan menyimpulkan secara pasti bahwa MBS memerintahkan pembunuhan tersebut. Namun kini CIA berubah pandangan seiring munculnya bukti-bukti baru, termasuk penyadapan telepon yang menunjukkan seorang anggota tim pembunuh menelepon orang dekat MBS dan mengatakan "bilang ke bosmu" bahwa misi telah selesai.



Namun meski begitu, pejabat-pejabat AS mengatakan, bukti baru tersebut bukan bukti langsung yang mengaitkan MBS dengan pembunuhan Khashoggi di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Namun penyadapan telepon itu menunjukkan bahwa MBS memang mencoba mencari cara untuk membujuk Khashoggi pulang ke Saudi. Meski MBS tidak secara khsusus mengatakan dalam percakapan via telepon tersebut bahwa dia menginginkan Khashoggi dibunuh.

Seorang pejabat AS mengatakan, badan-badan intelijen AS juga memeriksa komunikasi antara Khashoggi dan Duta Besar Saudi untuk AS, Pangeran Khalid bin Salman, yang tak lain adalah kakak MBS. Dalam percakapan telepon yang disadap intelijen AS tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi agar dia datang ke Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan berkas-berkas yang diperlukannya untuk pernikahannya dengan sang tunangan dan menjamin hal itu aman dilakukannya.

Tidak jelas apakah Khalid tahu bahwa Khashoggi akan dibunuh, namun dia disuruh MBS untuk menelepon Khashoggi. Khalid sendiri telah membantah soal telepon tersebut dan meminta pemerintah AS untuk menunjukkan bukti.

Juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington, Fatimah Baeshen, mengatakan, Khalid dan Khashoggi tak pernah membahas "apapun terkait pergi ke Turki". Dikatakannya, klaim yang disampaikan dalam kesimpulan CIA tersebut adalah palsu.




Hasil kesimpulan CIA mengenai peran MBS dalam pembunuhan Khashoggi ini pertama kali dilaporkan oleh media Washington Post pada Jumat (16/11) waktu setempat. Menurut Washington Post, kesimpulan CIA mengenai peran MBS juga didasarkan pada penilaian CIA mengenai MBS sebagai penguasa de facto Saudi yang mengawasi semua hal, bahkan urusan kecil sekalipun di Saudi.

"Pemahaman yang bisa diterima adalah bahwa tak mungkin ini terjadi tanpa dia (MBS) tahu atau terlibat," kata seorang pejabat AS yang familiar dengan kesimpulan CIA ini seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/11/2018).



(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed