DetikNews
Jumat 16 November 2018, 04:40 WIB

Dijerat 30 Dakwaan, Pelaku Teror Ancaman Bom di AS Bantah Bersalah

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Dijerat 30 Dakwaan, Pelaku Teror Ancaman Bom di AS Bantah Bersalah Foto: Hennepin County SheriffÕs Office/Handout via REUTERS
Manhattan - Cesar Sayoc (56), pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menjadi pelaku teror terhadap para politikus dan tokoh di AS mengaku tak bersalah. Sayoc dalam pembelaannya membantah tuduhan terorisme domestik yang dialamatkan kepadanya.

Dilansir USA Today, Jumat (16/11/2018), ada 30 dakwaan terhadap Sayoc yang hadir di persidangan dengan didampingi pengacaranya, di pengadilan federal Manhattan, AS, kemarin. Pria yang pernah menjadi penari telanjang itu terancam hukuman penjara seumur hidup.

Hakim Distrik AS, Jed Rakoff, menjadwalkan persidangan awal Sayoc pada 15 Juli 2019 mendatang. Selain itu, Rakoff juga telah menjadwalkan jaksa dan pengacara untuk bertukar informasi terkait bukti dan saksi yang akan diajukan dalam persidangan.


Dalam persidangan kemarin, Asisten Jaksa AS Emil Bove mengungkapkan, pihaknya berencana menghadirkan ahli dalam bahan peledak, forensik kimia, analisis DNA, dan analisis sidik jari sebagai saksi persidangan potensial.

Bove juga mengungkapkan, pemerintah saat ini terus berupaya mengumpulkan bukti untuk melawan Sayoc. Termasuk dari layanan pos AS.

Sementara, Sarah Barumgartel, pengacara Sayoc, memberi isyarat selama persidangan bahwa dia akan menyelidiki disposisi pengadilan yang dapat menyelesaikan tuduhan sebelum persidangan. Dia menolak mengomentari kasus ini setelah sidang.


Rakoff juga menjadwalkan, sidang berikutnya pada 7 februari 2019.

Sayoc diyakini bertanggung jawab atas pengiriman 13 paket bahan peledak terhadap para politikus Partai Demokrat dan pengkritik Trump, termasuk mantan Presiden AS Barack Obama dan rival Trump dalam pilpres 2016, Hillary Clinton, yang juga mantan Menteri Luar Negeri AS.

Target-target lainnya adalah mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, mantan Direktur CIA John Brennan, mantan Direktur Intelijen AS James Clapper, mantan Jaksa Agung Eric Holder, anggota parlemen Maxine Waters, Senator Cory Booker, Senator Kamala Harris, miliarder George Soros dan aktor Hollywood Robert De Niro. Biden dan Waters masing-masing mendapat dua paket.

Kebanyakan tokoh yang menjadi target Sayoc merupakan sosok yang dibenci para pendukung Trump karena sikap kritis mereka terhadap Trump.
(mae/fdu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed