DetikNews
Selasa 13 November 2018, 19:26 WIB

Diperkosa Ayah Tiri, Wanita Muda di El Salvador Malah Terancam Bui

Novi Christiastuti - detikNews
Diperkosa Ayah Tiri, Wanita Muda di El Salvador Malah Terancam Bui Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
San Salvador - Seorang wanita muda di El Salvador yang hamil setelah diperkosa ayah tirinya, terancam hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan berupaya membunuh bayinya. Kasus ini terjadi El Salvador yang merupakan negara dengan aturan hukum sangat ketat untuk praktik aborsi.

Seperti dilansir CNN, Selasa (13/11/2018), Imelda Cortez yang kini berusia 20 tahun, melahirkan bayi dari ayah tirinya pada April 2017 lalu. Center for Justice and International Law (CEJIL) yang membela Cortez, menyebut bayi itu lahir di jamban.

Bayi yang berjenis kelamin perempuan itu selamat. Namun, sebut CEJIL, Cortez dijebloskan ke tahanan setempat.

Awal pekan ini, Cortez menghadap dakwaan percobaan pembunuhan di pengadilan setempat. Jika dinyatakan bersalah, dia terancam hukuman maksimum 20 tahun penjara. Dituturkan pengacara Cortez, Alejandra Romero, kepada Reuters bahwa kliennya menyangkal dakwaan tersebut.


El Salvador yang terletak di Amerika Tengah ini merupakan salah satu negara dengan aturan hukum anti-aborsi paling ketat di dunia. Di negara ini, praktik aborsi dinyatakan ilegal dalam segala kondisi, tanpa pengecualian, bahkan dalam kasus pemerkosaan atau saat nyawa sang ibu terancam.

Setiap wanita yang kedapatan melakukan aborsi, atau mengalami keguguran, bisa terancam hukuman maksimum 50 tahun penjara. Sedikitnya 129 wanita di El Salvador telah diadili dengan hukum anti-aborsi antara tahun 2000-2011.

Sebuah petisi yang menyerukan pembebasan Cortez telah mendapatkan nyaris 50 ribu dukungan.

Cortez diketahui tumbuh besar di sebuah keluarga miskin di pedesaan Jiquilisco, El Salvador bagian selatan. Menurut petisi tersebut, Cortez telah diperkosa ayah tirinya yang berusia 70 tahun sejak dia berusia 12 tahun.


Direktur Latin America Initiatives for the Women's Equality Center, Paula Avila-Guillen, menuturkan kepada CNN bahwa wanita muda itu 'tidak paham bahwa dirinya baru saja melahirkan, jadi setelah dia mendapati dirinya mengalami pendarahan, dia mulai berteriak dan dibawa ke rumah sakit'.

"Belakangan mereka menemukan si bayi sepenuhnya sehat," sebut Avila-Guillen yang telah berbicara dengan pengacara Cortez ini.

Setelah Cortez ditahan, bayi itu dirawat oleh ibunda Cortez, yang mirisnya, masih tinggal bersama sang ayah tiri yang memperkosa Cortez. "Apa yang membuat kasus Imelda semakin menyakitkan adalah dia menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah tirinya sejak dia berusia 12 tahun hingga dia 18 tahun, namun dia diperlakukan sebagai pelaku dan bukan korban," tegas Avila-Guillen.


(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed