Gempuran Koalisi AS Tewaskan 26 Warga Sipil di Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 10 Nov 2018 16:56 WIB
Ilustrasi (AFP Photo/Karam Al-Masri)
Damaskus - Serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) terhadap basis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah bagian timur dilaporkan menewaskan 26 warga sipil. Sebanyak 14 orang di antaranya merupakan anak-anak.

"Sebanyak 26 anggota keluarga IS (nama lain ISIS-red) termasuk 14 anak-anak dan 9 wanita tewas dalam serangan udara koalisi pada Jumat (9/11) pagi di kota Hajin," sebut kelompok pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (10/11/2018).

Ditambahkan Direktur Syrian Observatory, Rami Abdel Rahman, gempuran koalisi AS menewaskan tujuh warga sipil lainnya di desa bernama Al-Shaafa. Baik Hajin maupun Al-Shaafa merupakan basis terakhir ISIS di Provinsi Deir Ezzor, Suriah yang berbatasan dengan Irak.


Juru bicara koalisi AS belum memberikan komentar atas laporan ini.

Namun diketahui, koalisi AS terus mendukung aliansi Kurdi-Arab yang bertempur melawan ISIS di Suriah. Pertempuran masih berlanjut meskipun ISIS telah kehilangan banyak wilayah yang dikuasainya sejak tahun 2014 lalu.

Di wilayah Suriah, wilayah yang dikuasai ISIS berkurang menjadi hanya kawasan gurun Badia dan beberapa area di Deir Ezzor.


Sejak tahun 2014, koalisi pimpinan AS telah mengaku bertanggung jawab langsung atas kematian lebih dari 1.100 warga sipil di Suriah dan Irak. Namun kelompok-kelompok HAM menyebut jumlahnya jauh lebih besar dari itu.

Data dari Syrian Observatory sendiri menyebut serangan udara koalisi AS di Suriah telah menewaskan lebih dari 3.300 warga sipil.

Sejak tahun 2011 lalu, tercatat lebih dari 360 ribu orang tewas dalam konflik Suriah yang berkepanjangan.

(nvc/fdn)