DetikNews
Rabu 07 November 2018, 20:36 WIB

Partai Demokrat Kuasai DPR AS, Apa Pengaruhnya Bagi Trump?

Novi Christiastuti - detikNews
Partai Demokrat Kuasai DPR AS, Apa Pengaruhnya Bagi Trump? Donald Trump (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Washington DC - Partai Demokrat untuk pertama kalinya dalam 8 tahun terakhir berhasil menguasai House of Representatives (HOR) atau House - setara DPR AS. Kemenangan Demokrat ini kira-kira apa pengaruhnya terhadap Presiden AS Donald Trump yang didukung Republik?

Melansir AFP dan CNN, Rabu (7/11/2018), hasil penghitungan proyeksi CNN untuk pemilihan umum (pemilu) sela AS menunjukkan sebanyak 222 kursi HOR atau House diduduki politikus Demokrat, sedangkan 199 kursi lainnya diduduki politikus Republik.

Total ada 435 kursi House yang diperebutkan dalam pemilu sela ini. Dibutuhkan sedikitnya 218 kursi untuk mendominasi House.


Meski meraup keunggulan di House, Demokrat masih kalah dominan dari Republikan untuk perebutan kursi Senat. Dengan hanya 35 kursi dari total 100 kursi Senat yang diperebutkan dalam pemilu sela ini, Demokrat gagal merebut dominasi. Penghitungan proyeksi CNN sejauh ini menunjukkan 51 kursi Senat ada di tangan Republikan dan 45 kursi Senat ada di tangan Demokrat.

Keberhasilan Partai Republik mempertahankan dominasi di Senat AS ini menuai pujian Presiden AS Donald Trump. "Kesuksesan besar malam ini. Terima kasih semuanya!" ucap Trump dalam kicauan pada akun Twitter-nya pada Selasa (6/11) malam waktu AS.

Bertahannya dominasi Partai Republik di Senat AS memang menentukan kebijakan yang akan diambil Trump. Namun Partai Demokrat sebagai oposisi yang mendominasi House akan memblokir legislasi maupun agenda yang diajukan pemerintahan Trump, juga memiliki wewenang menyelidiki.

"Terima kasih pada Anda semua, besok akan menjadi hari baru di Amerika," ucap pemimpin House untuk Partai Demokrat, Nancy Pelosi, dalam pesta kemenangan di Washington DC pada Selasa (6/11) malam waktu AS.

"Hari ini lebih dari soal Demokrat dan Republikan. Ini soal mengembalikan checks and balances yang diatur konstitusi pada pemerintahan Trump," tegasnya.

Seperti dilansir Reuters, House yang baru di bawah Demokrat akan memiliki wewenang untuk menyelidiki pengembalian pajak Trump, dugaan konflik kepentingan dalam bisnis-bisnis Trump juga menyelidiki tuduhan terkait dugaan kolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016.

Mereka juga bisa memaksa Trump mempertimbangkan kembali ambisi-ambisi legislatifnya, termasuk soal janji membangun tembok perbatasan dengan Meksiko dan kebijakan garis keras pada sektor perdagangan.


Dominasi Demokrat dalam House seharusnya cukup mendorong pemakzulan Trump, jika nantinya ada bukti kuat yang muncul yang menunjukkan Trump memang menghalang-halangi keadilan atau bahwa tim kampanye pilpresnya terbukti berkolusi dengan Rusia.

Namun tetap saja, pemakzulan harus mendapat persetujuan dari Senat AS. Setidaknya dua pertiga mayoritas Senator, yang masih didominasi Republikan, harus menyetujui usulan pemakzulan yang dibahas House.
(rna/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed