DetikNews
Rabu 07 November 2018, 17:10 WIB

Pemilu Sela AS

Partai Demokrat Rebut Kendali DPR AS, Republik Masih Dominasi Senat

Novi Christiastuti - detikNews
Partai Demokrat Rebut Kendali DPR AS, Republik Masih Dominasi Senat Pesta kemenangan Partai Demokrat di Washington DC. Nancy Pelosi (berbaju biru) diperkirakan akan menjabat Ketua DPR AS yang kini didominasi Demokrat. (REUTERS/Al Drago)
Washington DC - Partai Demokrat dipastikan merebut kendali atas House of Representatives (HOR) Amerika Serikat (AS), yang selama ini didominasi Partai Republik. Ini merupakan momen pertama dalam 8 tahun terakhir, HOR -- setara DPR AS -- didominasi politikus Demokrat.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Rabu (7/11/2018), hasil penghitungan proyeksi CNN untuk pemilihan umum (pemilu) sela AS menunjukkan sebanyak 222 kursi HOR atau House diduduki politikus Demokrat, sedangkan 199 kursi lainnya diduduki politikus Republik. Total ada 435 kursi House yang diperebutkan dalam pemilu sela ini. Dibutuhkan sedikitnya 218 kursi untuk mendominasi House.

Meski meraup keunggulan di House, Demokrat masih kalah dominan dari Republikan untuk perebutan kursi Senat. Dengan hanya 35 kursi dari total 100 kursi Senat yang diperebutkan dalam pemilu sela ini, Demokrat gagal merebut dominasi. Penghitungan proyeksi CNN sejauh ini menunjukkan 51 kursi Senat ada di tangan Republikan dan 45 kursi Senat ada di tangan Demokrat.

Keberhasilan Partai Republik mempertahankan dominasi di Senat AS ini menuai pujian Presiden AS Donald Trump. "Kesuksesan besar malam ini. Terima kasih semuanya!" ucap Trump dalam kicauan pada akun Twitternya pada Selasa (6/11) malam waktu AS.


Bertahannya dominasi Partai Republik di Senat AS memang menentukan dalam kebijakan pemerintah Trump. Namun Partai Demokrat sebagai oposisi yang mendominasi House akan memblokir legislasi maupun agenda yang diajukan pemerintahan Trump, juga memiliki wewenang menyelidiki.

"Terima kasih pada Anda semua, besok akan menjadi hari baru di Amerika," ucap pemimpin House untuk Partai Demokrat, Nancy Pelosi, dalam pesta kemenangan di Washington DC pada Selasa (6/11) malam waktu AS.

"Hari ini lebih dari soal Demokrat dan Republikan. Ini soal mengembalikan checks and balances yang diatur konstitusi pada pemerintahan Trump," tegasnya.

"Kongres yang Demokratik akan mengupayakan solusi yang menyatukan kita, karena kita semua sudah muak pada pemecah-belahan," imbuh Pelosi yang berpotensi menjadi Ketua House selanjutnya. Pelosi pernah menjabat posisi itu selama 4 tahun sejak tahun 2007, ketika dia mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menduduki jabatan itu dalam sejarah AS.


Seperti dilansir Reuters, House yang baru di bawah Demokrat akan memiliki wewenang untuk menyelidiki pengembalian pajak Trump, dugaan konflik kepentingan dalam bisnis-bisnis Trump juga menyelidiki tuduhan terkait dugaan kolusi dengan Rusia dalam pilpres 2016.

Mereka juga bisa memaksa Trump mempertimbangkan kembali ambisi-ambisi legislatifnya, termasuk soal janji membangun tembok perbatasan dengan Meksiko dan kebijakan garis keras pada sektor perdagangan.

Dominasi Demokrat dalam House seharusnya cukup mendorong pemakzulan Trump, jika nantinya ada bukti kuat yang muncul yang menunjukkan Trump memang menghalang-halangi keadilan atau bahwa tim kampanye pilpresnya terbukti berkolusi dengan Rusia.

Namun tetap saja, pemakzulan harus mendapat persetujuan dari Senat AS. Setidaknya dua pertiga mayoritas Senator, yang masih didominasi Republikan, harus menyetujui usulan pemakzulan yang dibahas House.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed