DetikNews
Selasa 06 November 2018, 16:07 WIB

Di Depan PBB, Arab Saudi Tegaskan Akan Adili Pembunuh Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Di Depan PBB, Arab Saudi Tegaskan Akan Adili Pembunuh Khashoggi Bendera Arab Saudi di depan Konsulat Saudi di Istanbul (Dok. REUTERS/Murad Sezer)
Jenewa - Arab Saudi menegaskan kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bahwa mereka akan mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Penegasan disampaikan di tengah dorongan negara-negara Barat agar kasus ini diselidiki secara kredibel.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (6/11/2018), penegasan itu disampaikan Kepala Delegasi Pemerintah Saudi, Bandar Al-Aiban, dalam forum pengkajian PBB untuk catatan Kerajaan Saudi dalam 5 tahun terakhir yang digelar Senin (5/11) waktu setempat.

Kasus pembunuhan Khashoggi ikut dibahas dalam forum itu, dengan lebih dari 40 negara anggota PBB, termasuk Amerika Serikat, menyerukan agar kasus itu diselidiki secara menyeluruh.


Dituturkan Al-Aiban dalam forum PBB itu bahwa Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud telah memerintahkan jaksa umum Saudi untuk 'melakukan penyelidikan terhadap kasus ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku' dengan tujuan untuk mencari fakta-fakta dan 'mengadili semua pelaku'.

"Mengenai kematian warga negara kami, Khashoggi, negara kami berkomitmen untuk melakukan penyelidikan yang adil dan semua orang yang terlibat dalam kejahatan itu akan diadili dalam sistem peradilan," tegas Al-Aiban yang merupakan Presiden Komisi HAM Arab Saudi ini.

Namun sayangnya Al-Aiban tidak menjelaskan lebih detail soal status atau keberadaan 18 warga Saudi yang ditahan terkait kasus Khashoggi ini.

Dia juga berulang kali menjawab pertanyaan wartawan soal mereka, dengan mengatakan: "Kasus ini masih dalam penyelidikan, seperti yang Anda ketahui...saya pikir pernyataan saya sudah sangat jelas."


Khashoggi (60) yang seorang jurnalis senior ini tewas dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu. Otoritas Saudi memberi keterangan yang tidak konsisten terkait kasus ini. Dengan awalnya menyebut Khashoggi telah meninggalkan Konsulat Saudi dengan selamat, namun kemudian menyebut Khashoggi tewas dalam perkelahian di Konsulat Saudi dan akhirnya mengakui Khashoggi tewas dalam pembunuhan berencana.

Terlepas dari adanya pengakuan Saudi itu, keberadaan jenazah Khashoggi juga siapa pemberi perintah pembunuhan masih misterius. Awal pekan ini, putra Khashoggi, Salah dan Abdullah, menyerukan agar jenazah ayah mereka dikembalikan kepada keluarga agar bisa dimakamkan dengan layak.

"Kami mengecam pembunuhan berencana ini," sebut charge d'affaires Amerika Serikat, Mark Cassayre, dalam forum PBB yang digelar di Jenewa, Swiss ini. "Sebuah penyelidikan yang menyeluruh, konklusif dan transparan yang dilakukan sesuai aturan hukum dengan hasilnya yang diungkapkan ke publik, sangat penting," imbuhnya.



Saksikan juga video 'Hasil Penyelidikan Khashoggi Diklaim 'Loloskan' Putra Mahkota':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed