Seperti dilansir AFP, Rabu (31/10/2018), kelompok Taliban mengklaim militannya yang menembak jatuh helikopter militer Afghanistan itu.
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Gubernur Provinsi Farah, Nasir Mehri, menyebut helikopter militer itu jatuh karena 'cuaca buruk'. Mehri menyebut helikopter militer itu jatuh di distrik Anar Dara, yang berbatasan dengan Iran.
Dua pilot dan 23 penumpang yang ada di dalam helikopter itu dipastikan tewas.
Di antara korban tewas, sebut Mehri, terdapat Deputi Komandan Korps Militer untuk Afghanistan Barat dan Kepala Dewan Provinsi Farah.
Dalam pernyataan terpisah, anggota dewan provinsi setempat Dadullah Qaneh menyebut helikopter militer itu menghantam puncak gunung di tengah cuaca buruk saat terbang menuju Provinsi Herat.
Diketahui para pejabat pemerintahan dan militer Afghanistan kerap bepergian dengan helikopter militer di kawasan-kawasan yang banyak ditempati Taliban. Insiden helikopter jatuh juga bukan peristiwa jarang di negara yang masih dilanda konflik ini.
Pada September lalu, sebuah helikopter militer Afghanistan yang membawa persenjataan dan amunisi terbakar saat melakukan 'pendaratan darurat' di wilayah Farah. Sedikitnya empat orang tewas dalam insiden itu.
(nvc/bag)











































