DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 10:56 WIB

Penasihat Erdogan Tolak Penjelasan Saudi Soal Tewasnya Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Penasihat Erdogan Tolak Penjelasan Saudi Soal Tewasnya Khashoggi Jamal Khashoggi (Dok. Facebook Jamal Khashoggi via NDTV)
Ankara - Penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak mentah-mentah penjelasan otoritas Arab Saudi yang menyebut wartawan Jamal Khashoggi tewas akibat perkelahian di dalam Konsulat Saudi di Istanbul. Penjelasan Saudi itu disebut 'menghina' opini dunia.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/10/2018), Yasin Aktay yang merupakan penasihat Erdogan ini meragukan klaim Saudi yang menyatakan bahwa Khashoggi, seorang jurnalis senior yang berusia 60 tahun, terlibat 'adu jotos' dengan 15 pria lain yang usianya jauh lebih muda.

"Kita tidak bisa tidak merasa heran soal bagaimana bisa terjadi 'adu jotos' antara 15 ahli petarung muda ... dan seorang Khashoggi yang berusia 60 tahun, sendirian dan tak berdaya," sebut Aktay yang juga teman Khashoggi ini, dalam tulisannya di surat kabar propemerintah, Yeni Safak. Dia merujuk pada 15 warga Saudi yang diduga sengaja dikirim untuk menghabisi Khashoggi di Istanbul.


"Argumen 'adu jotos' soal kematian Khashoggi adalah sebuah skenario yang dibuat secara tergesa-gesa, karena semakin jelas bahwa semua detail insiden ini akan terungkap," tulis Aktay.

"Semakin kita pikirkan secara mendalam, semakin kita merasa bahwa kecerdasan kita dihina," tegasnya.

Aktay merupakan salah satu sosok yang pertama kali ditelepon oleh tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, saat wartawan senior itu menghilang usai masuk ke Konsulat Saudi, 2 Oktober lalu. Diketahui bahwa Khashoggi berpesan kepada Cengiz untuk menghubungi Aktay jika dirinya tak kunjung keluar dari Konsulat.


Khashoggi yang seorang kolumnis The Washington Post ini, dikenal kerap mengkritik kebijakan Saudi juga putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Pada Sabtu (20/10) lalu, otoritas Saudi mengakui secara resmi bahwa Khashoggi telah tewas, setelah sebelumnya terus membantah. Diklaim oleh Saudi bahwa Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.

Dalam penjelasan terpisah, pada Minggu (21/10) waktu setempat, Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, menyebut kematian Khashoggi sebagai 'kesalahan buruk'. Al-Jubeir menyebut kematian Khashoggi merupakan akibat 'operasi kejahatan' dari orang-orang yang bertindak di luar wewenang. Ditegaskan oleh Al-Jubeir bahwa putra mahkota Saudi tidak mengetahui dan tidak memerintahkan operasi yang menewaskan Khashoggi itu.

"Ini merupakan sebuah operasi di mana individu-individu (yang terlibat) berakhir melampaui tanggung jawab yang mereka miliki dan mereka melakukan kesalahan ketika mereka membunuh Jamal Khashoggi di konsulat dan mereka berusaha menutupinya," sebut Al-Jubeir dalam pernyataannya kepada media AS, Fox News.


Al-Jubeir juga menyampaikan belasungkawa untuk keluarga Khashoggi dan menjanjikan bahwa para pelaku akan diadili. Namun di sisi lain, penjelasan Al-Jubeir tampak sedikit melenceng dari pernyataan resmi otoritas Saudi sebelumnya. Salah satunya saat Al-Jubeir menyatakan otoritas Saudi tidak tahu bagaimana Khashoggi dibunuh dan menyatakan tak tahu di mana jenazahnya saat ini.

Secara terpisah, seorang pejabat senior Saudi yang enggan disebut identitasnya menuturkan kepada Reuters, Khashoggi tewas dicekik dalam intimidasi yang dilakukan tim khusus dari Saudi. Jenazah Khashoggi disebut dibungkus dengan karpet dan diserahkan ke warga lokal untuk dibuang.

Sementara itu, Erdogan dijadwalkan akan memberikan pernyataan lengkap soal kasus Khashoggi pada Selasa (23/10) waktu setempat. Diketahui bahwa sejumlah pejabat Turki sejak awal menyebut Khashoggi dibunuh di konsulat oleh agen-agen Saudi dan jenazahnya dimutilasi. Otoritas Turki juga disebut memiliki bukti rekaman audio yang menunjukkan Khashoggi dibunuh di dalam konsulat.


Simak Juga 'Di Mana Jenazah Jamal Khashoggi?':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed