Dituturkan Konsul Jenderal Filipina, Oscar Orcine, seperti dilansir media lokal Filipina, ABS-CBN News, Senin (1/10/2018), warga Filipina itu ditahan atas kasus narkoba sejak tahun 2011. Dia merupakan satu-satunya warga Filipina yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu.
"Kita mencari warga negara kita. Saya mengunjunginya bulan lalu, dia dalam kondisi kesehatan yang baik tapi setelah insiden ini, kita terus melanjutkan upaya kita untuk mencarinya, untuk memastikan bahwa dia aman," ujar Orcine.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak disebut lebih lanjut identitas warga Filipina yang ada di Palu itu. Tidak disebutkan juga di penjara mana warga Filipina itu ditahan.
Departemen Luar Negeri Filipina awalnya melaporkan bahwa satu-satunya warga Filipina yang ada di Palu itu dalam kondisi aman usai gempa dan tsunami menerjang.
Namun informasi terbaru yang disampaikan Orcine menyebut 'semua tahanan kabur karena gedung (penjara) hancur oleh gempa bumi dan tsunami'. Warga Filipina itu tidak diketahui keberadaan maupun kondisinya hingga kini.
Dalam pernyataan terpisah sebelumnya, Departemen Luar Negeri Filipina menyampaikan belasungkawa untuk Indonesia. Otoritas Filipina juga menyatakan siap memberikan bantuan untuk Indonesia.
"Kami berduka bersama saudara-saudara kami di Indonesia dan bergandengan tangan dengan mereka dalam mendoakan seluruh nyawa yang hilang dalam tragedi ini," ucap Menteri Luar Negeri Filipina, Alan Peter Cayetano, dalam pernyataannya.
Saksikan juga video 'Korban Gempa Dirujuk ke Makassar, Sebagian Alami Patah Tulang':
(nvc/ita)










































