Anwar Ibrahim Nyaleg Lagi, Hadapi Eks Stafnya yang Menuduh Sodomi

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Sep 2018 14:17 WIB
Anwar Ibrahim saat bersalaman dengan eks stafnya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan (AFP PHOTO/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur - Politikus ternama Malaysia, Anwar Ibrahim, secara resmi mendaftarkan diri untuk maju dalam pemilu parlemen untuk wilayah Port Dickson. Ini menandai dimulainya perjuangan Anwar untuk kembali berpolitik setelah sempat dipenjara atas kasus sodomi.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/9/2018), Anwar (71) diprediksi akan menang mudah dalam pemilu parlemen untuk wilayah Port Dickson yang akan digelar 13 Oktober mendatang.

Diketahui bahwa Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad (93), telah berjanji akan mundur setelah dua tahun menjabat untuk kemudian menyerahkan posisi PM Malaysia kepada Anwar yang mantan rivalnya.

Mahathir dan Anwar melupakan permusuhan dan bersatu dalam pemilu Mei lalu demi melengserkan Najib Razak dan koalisinya. Usai koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir menang mengejutkan, Anwar menerima pengampunan dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Sultan Muhammad V.


Pengampunan atau royal pardon itu membebaskan Anwar dari hukuman penjara yang menjeratnya sejak tahun 2015, saat dia kembali dijebloskan ke penjara atas kasus sodomi jilid II. Kasus sodomi yang disidangkan di era Najib Razak itu disebut-sebut sarat motif politik. Tahun 1990-an, Anwar juga pernah terjerat kasus sodomi jilid I saat masih menjabat Wakil PM Malaysia di bawah Mahathir.

Untuk bisa melanjutkan jabatan Mahathir sebagai PM Malaysia, Anwar terlebih dulu harus menjadi anggota parlemen Malaysia. Awal bulan ini, seorang anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang menaungi Anwar, mengundurkan diri. Hal itu memicu kekosongan kursi parlemen untuk wilayah Port Dickson.

Dalam pendaftaran untuk calon anggota parlemen wilayah Port Dickson pada Sabtu (29/9) ini, Anwar diantara ratusan pendukungnya. Ada enam kandidat lainnya yang akan menjadi rival Anwar dalam pemilu itu.

Muncul kejutan saat terungkap bahwa salah satu rival Anwar adalah seorang mantan stafnya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan, yang pernah menuduhnya melakukan sodomi terhadapnya. Tuduhan itu berujung dijebloskannya Anwar ke penjara tahun 2015.


Mantan staf Anwar itu mencalonkan diri sebagai kandidat independen. Saat ditanya soal keikutsertaan mantan stafnya ini, seperti dilansir The Star, Anwar hanya terdiam dan mengangkat bahu.

Dalam keterangan kepada The Star pada Jumat (28/9) kemarin, Mohamad Saiful menyatakan dirinya punya alasan tersendiri untuk maju sebagai calon independen. Dia menyebut akan mengungkap alasan itu belakangan.

"Saya tidak mencalonkan diri karena masa lalu saya dengan Anwar tapi untuk alasan-alasan lain. Saya telah memikirkannya secara menyeluruh dan saya merasa ini langkah yang tepat," ucapnya.


Simak Juga 'Saksikan Blak-blakan Anwar Ibrahim: Mengapa Tidak Dendam':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/nkn)