Trump Puji Kim Jong Un, Namun Sanksi untuk Korut Tetap Berjalan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 26 Sep 2018 03:50 WIB
Presiden AS Donald Trump memberi pidato di Sidang Umum PBB (Foto: REUTERS/Carlos Barria)
New York - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji pemimpin Korea Utara Kim Jong Un atas keberaniannya mengambil langkah-langkah untuk melucuti senjatanya. Namun menurutnya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan sanksi terhadap Korut tetap berlaku sampai denuklirisasi.

"Rudal dan roket tidak lagi terbang ke segala arah, uji coba nuklir telah dihentikan, beberapa fasilitas militer telah dibongkar," kata Trump dalam pidatonya di Majelis Umum PBB seperti dilansir Reuters, Rabu (26/9/2018).


"Saya ingin berterima kasih kepada Ketua Kim atas keberaniannya dan untuk langkah-langkah yang telah diambilnya, meskipun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," kata Trump. "Sanksi akan tetap berlaku sampai denuklirisasi terjadi."

Pernyataan Trump ini berbeda jauh dibanding pidatonya tahun lalu di majelis AS. Saat itu dia mengancam akan "menghancurkan sepenuhnya" Korut. Trump juga mengejek Kim Jong-Un sebagai "Manusia Roket" pada "misi bunuh diri".


Pada Juni lalu, Trump mengadakan pertemuan dengan Kim Jong-Un di Singapura. Pertemuan pemimpin kedua negara yang tak pernah terjadi sebelumnya ini menghasilkan ikrar luas oleh Kim Jong-Un untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Namun, komitmen Kim Jong-Un dinilai masih jauh dari tuntutan Washington untuk inventarisasi lengkap program senjata Korut dan menyerahkan senjata nuklir yang mengancam AS.


Trump tetap memuji pribadi Kim Jong-Un dan menyatakan antusiasme untuk melakukan pertemuan kedua.

Pada Senin (24/9) lalu, Trump menyebut pertemuan dengan Kim Jong-Un akan diumumkan "segera". Namun lokasi pertemuan belum ditentukan.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla memuji pidato Trump tahun ini yang disebutnya lebih tenang.


"Pidato Trump hari ini jauh lebih tenang dari biasanya dan memberikan penjelasan langkah-langkah yang dia lakukan, walaupun tentu beberapa hal kita tidak setuju," kata JK di sela Sidang Umum PBB di Markas PBB, New York, Selasa (25/9/2018).

Hal tak disetujui JK salah satunya mengenai kebijakan ekonomi Trump. Di luar itu, JK tetap menilai positif apa yang disampaikan Trump dibandingkan Sidang Umum PBB tahun 2017. (jbr/ibh)