DetikNews
Jumat 21 September 2018, 11:54 WIB

Dijerat 25 Dakwaan Baru, Najib Bebas dengan Mencicil Uang Jaminan

Novi Christiastuti - detikNews
Dijerat 25 Dakwaan Baru, Najib Bebas dengan Mencicil Uang Jaminan Najib Razak saat menghadiri sidang terbaru pada 20 September (AFP PHOTO/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, bebas dari tahanan setelah membayar uang jaminan secara mencicil. Pengadilan menetapkan besaran uang jaminan untuk Najib sebesar 3,5 juta Ringgit (Rp 12,5 miliar) setelah dia dijerat 25 dakwaan baru, pekan ini.

Najib dijerat 21 dakwaan pencucian uang dan empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan untuk menerima gratifikasi dalam persidangan terbaru yang digelar di Pengadilan Kuala Lumpur pada Kamis (20/9) kemarin. Najib telah menyatakan tak bersalah atas seluruh dakwaan itu.

Dalam sidang tersebut, pengadilan menetapkan besaran uang jaminan baru untuk Najib, yakni sebesar 3,5 juta Ringgit dengan dua penjamin. Jaksa dilaporkan sempat meminta agar uang jaminan ditetapkan sebesar 5 juta Ringgit.

Seperti dilansir The Star dan Channel News Asia, Jumat (21/9/2018), pengadilan menyatakan bahwa uang jaminan sebesar itu diperbolehkan untuk dibayar secara bertahap atau mencicil. Namun pengadilan juga menyatakan uang jaminan Najib harus dilunasi pada 28 September mendatang.


Setelah besaran uang jaminan ditetapkan pengadilan, Najib dibebaskan dari tahanan. Diketahui bahwa Najib ditahan sejak Rabu (19/9) sore waktu setempat, sebelum menjalani sidang pada Kamis (20/9) sore. "Dakwaan yang dijeratkan hari ini akan memberikan saya kesempatan untuk membersihkan nama saya, bahwa saya bukan seorang pencuri," ucap Najib kepada wartawan, pada Kamis (20/9) kemarin usai sidang.

Pada Jumat (21/9) ini, The Star melaporkan bahwa Najib telah membayar cicilan pertama sebesar 1 juta Ringgit. Sisanya akan dibayar bertahap sebelum dilunasi pada 28 September mendatang.

Dalam persidangan terbaru, Najib dijerat empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan untuk menerima gratifikasi dan 21 dakwaan pencucian uang. Seluruh dakwaan terkait aliran dana total 2,3 miliar Ringgit yang diduga berasal dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang diselimuti skandal mega korupsi.

Disebutkan dalam dokumen dakwaan bahwa tindak pidana ini terjadi saat Najib menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia, Menteri Keuangan dan Penasihat Emeritus 1MDB, juga sebagai pegawai negeri. Tindak pidana ini terjadi antara tahun 2011-2014 lalu.


Dalam pernyataan terbaru via Facebook, Najib menyatakan dirinya telah diperbolehkan pulang ke rumah usai sidang digelar. Najib juga membantah laporan soal penggalangan dana untuk membantu membayar uang jaminannya ke pengadilan.

Ditegaskan Najib bahwa uang jaminan akan dibayarkan dari dana yang telah dikumpulkan pada Juli lalu dan dengan bantuan keluarga juga teman-temannya. Diketahui bahwa sejak Juli lalu, Najib telah dijerat tujuh dakwaan pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan kekuasaan dan pencucian uang. Saat itu Najib sempat ditahan dan bebas usai membayar jaminan sebesar 1 juta Ringgit, yang juga dibayar secara mencicil.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed