DetikNews
Kamis 20 September 2018, 13:36 WIB

Bocah 7 Tahun Kritis di Rumah Sakit India Usai Diperkosa

Novi Christiastuti - detikNews
Bocah 7 Tahun Kritis di Rumah Sakit India Usai Diperkosa Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
New Delhi - Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit di New Delhi, India setelah menjadi korban pemerkosaan. Pelaku pemerkosaan telah berhasil ditangkap oleh kepolisian setempat.

Seperti dilansir CNN, Kamis (20/9/2018), bocah perempuan itu baru saja menjalani operasi atas luka-luka yang dideritanya setelah diperkosa dengan sebuah pipa air logam. Kini kondisinya masih kritis di sebuah rumah sakit di New Delhi.

Ibunda bocah itu selalu mendampingi putrinya selama operasi berlangsung, yang memakan waktu berjam-jam. Jenis pipa yang digunakan oleh pelaku tidak diketahui pasti.


Namun dituturkan Deputi Komisioner Kepolisian New Delhi, Meghna Yadav, bahwa seorang pria berusia 21 tahun telah ditangkap terkait pemerkosaan yang terjadi di distrik Shahdara, New Delhi bagian utara itu.

Yadav tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal kasus pemerkosaan ini. Namun Ketua Komisi Wanita New Delhi, Swati Maliwal, menyebut bahwa bocah itu merasakan kesakitan luar biasa usai pemerkosaan terjadi.

"Kami tengah menyusun rencana rehabilitasi. Sangat disayangkan bahwa kasus-kasus pemerkosaan seperti ini tidak juga berakhir di Delhi. Sumber daya kepolisian masih saja rendah di Delhi," ucapnya.


Dalam rentetan kicauan via Twitter, Maliwal mengungkapkan detail soal tindak penyerangan seksual itu. Disebutkan Maliwal bahwa korban yang berasal dari keluarga miskin, dibujuk oleh pelaku untuk pergi ke sebuah taman di kawasan Seemapuri, yang menjadi lokasi pemerkosaan.

Korban, sebut Maliwal, mengalami pendarahan terus-menerus usai pemerkosaan terjadi. "Tidak bisa menggambarkan rasa sakit yang dirasakan gadis kecil itu. Dia sudah menderita malnutrisi, namun masih harus menghadapi perjuangan panjang ke depan," tutur Maliwal.

"Kami akan mendukungnya dalam perjuangan hukum demi memastikan hukuman mati bagi pelakunya. Kami akan mengajukan permohonan kompensasi dan melakukan seluruh upaya untuk merehabilitasinya," tandasnya.




Tonton juga 'Hujan Lebat, Bangunan Suci di India Terendam':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +