DetikNews
Rabu 12 September 2018, 13:36 WIB

Penyanyi Turki Diselidiki karena Pakai Dolar AS di Video Klip

Novi Christiastuti - detikNews
Penyanyi Turki Diselidiki karena Pakai Dolar AS di Video Klip Mabel Matiz diselidiki otoritas Turki karena video musiknya menampilkan lembaran uang kertas dolar AS (hurriyetdailynews.com)
Istanbul - Seorang penyanyi pop terkenal di Turki diselidiki karena menggunakan lembaran dolar Amerika Serikat (AS) dalam video klipnya. Penyanyi bernama Mabel Matiz juga dituding terkait dengan ulama Fethullah Gulen yang kini menetap di AS.

Seperti dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (12/9/2018), penyelidikan terhadap Matiz dilakukan setelah seseorang yang tak disebut namanya, melapor kepada Kantor Jaksa Umum Istanbul.

Laporan itu menyebut Matiz memiliki keterkaitan dengan Organisasi Teroris Fethullah (FETO), yang diyakini otoritas Turki telah merancang upaya kudeta yang gagal tahun 2016 lalu.

Pelapor itu mengklaim Matiz terkait dengan FETO karena video klipnya untuk lagu berjudul 'Ya bu Isler Ne?' menampilkan sejumlah lembaran uang 1 dolar AS. Menurut pelapor itu, Matiz dengan sengaja menggunakan lembaran dolar AS untuk menunjukkan dukungan bagi FETO.


Dalam video itu, Matiz tampak melemparkan lembaran 1 dolar AS ke udara. Lagu 'Ya bu Isler Ne?' sempat merajai chart musik Turki.

Sebagai bagian dari penyelidikan, Matiz telah memberikan keterangannya pada jaksa setempat. Dituturkan Matiz bahwa video klip itu dikerjakan oleh produsernya. Dia menegaskan dirinya tidak mengedit video klip itu, namun produsernya yang melakukan itu. Ditegaskan juga oleh Matiz, dirinya tidak berniat mendukung FETO.

Surat kabar Turki, Daily Sabah melaporkan, penyelidikan atas kasus ini masih terus berlanjut.

Secara terpisah, sejumlah sumber keamanan Turki menyebut para anggota FETO menggunakan uang kertas pecahan 1 dolar AS sebagai 'kode rahasia' dalam organisasi itu. Pasukan keamanan Turki disebut telah menyita banyak uang kertas 1 dolar AS dalam operasi terhadap para tersangka FETO.


Beberapa waktu lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjanjikan bahwa negaranya tidak akan lagi melakukan transaksi dolar AS dalam perdagangan dengan Rusia dan negara-negara lainnya. Hal ini diserukan setelah Turki menjadi 'korban' langkah-langkah ekonomi bersifat menghukum yang digalakkan AS, karena Turki menolak membebaskan pendeta AS Andrew Brunson.





Tonton juga 'Panas dengan AS, Turki Dekati Rusia':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed