DetikNews
Rabu 29 Agustus 2018, 18:34 WIB

Pria AS Tewas dalam Insiden Salah Tembak, Keluarga Dapat Rp 207 M

Novi Christiastuti - detikNews
Pria AS Tewas dalam Insiden Salah Tembak, Keluarga Dapat Rp 207 M Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
Los Angeles - Seorang pria di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), tewas ditembak polisi karena keliru dikira sebagai anggota geng kriminal yang buron. Sebagai kompensasi atas insiden fatal tersebut, keluarga pria itu mendapat ganti rugi sebesar US$ 14,35 juta (Rp 207,2 miliar) dari otoritas Los Angeles.

Seperti dilansir AFP, Rabu (29/8/2018), uang kompensasi itu tercatat sebagai salah satu yang terbesar yang pernah dibayarkan oleh otoritas Los Angeles, AS. Kesepakatan pembayaran kompensasi dicapai awal tahun ini, namun jumlahnya baru diungkapkan pekan ini.

Pria bernama Frank Mendoza (54) itu tewas dalam insiden salah tembak pada 1 Agustus 2014 lalu. Seorang deputi Sheriff Los Angeles County salah mengira Mendoza sebagai buronan Cedric Ramirez (24) yang diburu atas sejumlah tindak pidana.

Insiden itu berawal saat Ramirez yang saat itu dikejar-kejar polisi, diam-diam menyusup ke dalam rumah Mendoza di kawasan Pico Rivera. Sejumlah anggota keluarga Mendoza berhasil menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah.


Namun saat Mendoza hendak keluar lewat pintu depan, seorang deputi sheriff salah mengira dia sebagai Ramirez dan melepas tembakan ke arahnya. Tembakan itu mengenai bagian dahi dan bagian kaki Mendoza, hingga akhirnya menewaskannya.

Tidak terima dengan insiden salah tembak yang berujung fatal ini, keluarga Mendoza menggugat otoritas Los Angeles County dan Departemen Sheriff Los Angeles. Gugatan itu mengklaim para polisi dan anggota kantor Sheriff Los Angeles County telah melakukan kelalaian.

"Ini mimpi paling buruk bagi setiap orang, yang mengira mereka dilindungi oleh aparat penegak hukum dan malah penegak hukum itu yang merenggut nyawa mereka," ucap pengacara keluarga Mendoza, Garo Mardirossian, kepada wartawan.


Dalam pernyataan terpisah, Departemen Sheriff Los Angeles menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Mendoza dan menyatakan pihaknya akan selalu berupaya untuk menghindari tragedi serupa terulang kembali.

"Para deputi dipaksa mengambil keputusan dalam hitungan detik saat seorang tersangka bersenjata melepas beberapa kali tembakan ke arah mereka, menempatkan nyawa-nyawa tak berdosa dalam bahaya dan menyandera anggota keluarga di rumah mereka," demikian pernyataan Departemen Sheriff Los Angeles.

"Hasilnya adalah penyelamatan sandera itu, tapi juga kematian memilukan seorang pria tak bersalah," imbuh pernyataan itu.

Ramirez sendiri akhirnya tewas ditembak usai menodongkan pistol ke polisi yang mengejarnya. Dia sempat menyandera istri Mendoza, Lorraine, selama delapan jam sebelum akhirnya tewas di tangan polisi.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed