DetikNews
Sabtu 18 Agustus 2018, 13:15 WIB

9 Pesawat Diancam Bom dalam Sehari, 2 Orang Ditangkap di Chile

Novi Christiastuti - detikNews
9 Pesawat Diancam Bom dalam Sehari, 2 Orang Ditangkap di Chile Ilustrasi (Thinkstock)
Santiago - Kepolisian Chile menangkap dua tersangka terkait ancaman bom terhadap sembilan pesawat penumpang di Amerika Selatan. Ancaman bom itu memicu kekacauan penerbangan di beberapa negara Amerika Selatan pada Kamis (16/8) lalu.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (18/8/2018), salah satu yang ditangkap merupakan seorang pria berusia 29 tahun yang tinggal di kota Antofagasta. Polisi berhasil melacak lokasi panggilan telepon yang dilakukan tersangka saat melontarkan ancaman bom.

"Berhasil melakukan geo-reference sejumlah panggilan telepon terkait ancaman-ancaman soal adanya beberapa bahan peledak di sejumlah penerbangan," ucap Kepala Kepolisian Chile, Diego Rojas, kepada wartawan setempat.


Akibat ancaman bom itu, sejumlah pesawat dari maskapai LATAM Airlines dan Sky Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat. Beberapa pesawat lainnya terpaksa dialihkan jalur penerbangannya. Ancaman ini melanda pesawat yang mengudara di Chile, Peru dan Argentina.

Satu penerbangan LATAM Airlines yang membawa lebih dari 80 penumpang harus mendarat darurat di Lima, Peru.

Tersangka yang disebut polisi bernama Franco Sepulveda itu melontarkan ancaman bom usai salah satu maskapai tersebut menghilangkan koper bawaannya.

"Dalam kasus pertama, ada informasi yang harus kami cari tahu kebenarannya, yang mengindikasikan orang ini melakukan penerbangan, kehilangan kopernya dan tidak mendapatkannya kembali dan melakukan panggilan-panggilan (ancaman bom) ini, merasa kesal dengan pihak maskapai dan seluruh sistem lalu lintas udara," sebut Rojas.


Saat otoritas setempat masih mengurusi ancaman pertama, polisi setempat menangkap satu tersangka lainnya di Bandara Santiago, Chile. Pria itu ditangkap setelah menyebut dirinya membawa bom di dalam tas bawaannya.

"Saat pasang-surut berita, seseorang mendapatinya cukup baik untuk membuat lelucon dan menyebut dirinya membawa bahan peledak di dalam tasnya. Dia langsung ditangkap dan diperiksa. Dia tidak membawa apa-apa dan menyebutnya hanya lelucon," ucap Rojas.

Direktur Jenderal pada Otoritas Penerbangan Sipil (DGAC), Victor Villalobos Collao, menyebut total ada 11 ancaman bom yang diterima sepanjang Kamis (16/8) waktu setempat. Dua ancaman dinyatakan fiktif, sedangkan sembilan ancaman lainnya berujung pendaratan darurat atau pengalihan penerbangan.



Tonton juga video: 'Aksi Jet Tempur Inggris Cegat Pesawat Bom Rusia'

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed