DetikNews
Selasa 14 Agustus 2018, 13:15 WIB

Bocah AS yang Hilang Tewas dalam Ritual Usir Setan di Kamp Jorok

Novi Christiastuti - detikNews
Bocah AS yang Hilang Tewas dalam Ritual Usir Setan di Kamp Jorok Situasi di kamp jorok tempat ditemukan 11 anak kelaparan juga yang menjadi lokasi makam balita Abdul-Ghani (REUTERS/Andrew Hay)
New Mexico - Bocah hilang berusia 3 tahun yang pencariannya memicu temuan 11 anak kelaparan di kamp jorok di New Mexico, Amerika Serikat (AS), dipastikan telah tewas. Balita itu diduga tewas dalam sebuah ritual untuk mengusir roh jahat.

Dituturkan jaksa setempat yang menangani kasus ini, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/8/2018), balita bernama Abdul-Ghani Wahhaj ditemukan dikubur di area kamp jorok yang ada di gurun terpencil di wilayah Taos, New Mexico.

Otoritas setempat telah menggali makam bocah laki-laki itu sekitar tiga hari setelah penggerebekan terhadap kamp jorok itu dilakukan pada 3 Agustus lalu dan berujung temuan 11 anak kelaparan dan hidup menderita. Lima warga dewasa, termasuk ayah balita Abdul-Ghani, ditangkap dari kamp jorok itu.


Anak-anak kelaparan yang diselamatkan berusia antara 1-15 tahun. Disebutkan dalam persidangan kasus ini bahwa anak-anak itu mendapat pelatihan senjata api untuk menjaga kamp jorok itu saat otoritas AS datang menyerbu. Latihan juga bertujuan untuk mempersiapkan mereka dalam serangan penembakan di sekolah-sekolah yang direncanakan para tersangka.

Informasi soal nasib balita Abdul-Ghani itu disampaikan oleh salah satu anak yang berusia 15 tahun kepada penyidik setempat.

Dituturkan Agen Khusus Biro Investigasi Federal (FBI) Travis Taylor, bahwa anak 15 tahun itu mengaku pernah diberitahu salah satu tersangka soal balita Abdul-Ghani yang akan bangkit dari kematian dan 'kembali sebagai Yesus' untuk mengidentifikasi target-target 'korup' yang harus diserang. Target 'korup' yang dimaksud terdiri atas para guru, militer, aparat penegak hukum hingga institusi keuangan AS.

"Mereka (tersangka-red) menunggu Abdul-Ghani untuk hidup lagi untuk memberitahu mereka soal institusi pemerintahan mana saja yang harus disingkirkan," tutur jaksa Taos County, John Lovelace, dalam keterangannya.


Lovelace tidak menyebut lebih lanjut penyebab kematian balita Abdul-Ghani yang berulang tahun ke-4 pekan lalu itu. Namun berdasarkan keterangan anak-anak yang diselamatkan, ada kecurigaan balita Abdul-Ghani tewas dalam sebuah ritual.

"Itu merupakan sebuah ritual keagamaan yang dilakukan terhadap Abdul-Ghani, sebuah ritual yang bertujuan mengusir roh-roh jahat (darinya)," sebutnya.

Dalam kasus ini, kelima tersangka yang ditangkap masing-masing dijerat 11 dakwaan penganiayaan anak. Jaksa meminta agar para tersangka tidak seharusnya dibebaskan dengan jaminan. Namun dalam sidang pada Senin (13/8) waktu setempat, hakim distrik Sarah Backus menolak permintaan jaksa dan menetapkan besaran jaminan US$ 20 ribu untuk masing-masing tersangka.


Salah satu tersangka yang bernama Siraj Wahhaj (39) merupakan ayah balita Abdul-Ghani. Dia juga anak dari seorang ulama terkenal di New York. Siraj juga dijerat dakwaan penculikan terkait hilangnya Abdul-Ghani. Sejauh ini belum ada dakwaan pembunuhan yang dijeratkan ke para tersangka.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed