Korsel Kerahkan Kapal Perang ke Libya Usai Penculikan Warganya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 02 Agu 2018 17:27 WIB
Foto: Ilustrasi
Tripoli - Korea Selatan (Korsel) mengerahkan sebuah kapal perang ke Libya sebagai upaya unjuk kekuatan untuk memastikan pembebasan seorang warga Korsel yang diculik bersama tiga warga Filipina di negara Afrika Utara itu.

Munmu the Great, kapal perang berbobot 4 ribu ton tersebut, saat ini dalam perjalanan menuju Libya. Kapal perang tersebut sebelumnya ikut serta dalam operasi antiperompakan di Teluk Aden.

"Selain melakukan tugasnya melindungi kapal-kapal komersial, kapal perang itu juga bersiap untuk semua kemungkinan termasuk perlunya dukungan militer," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel kepada kantor berita AFP, Kamis (2/8/2018).




Tiga pekerja asal Filipina dan seorang pekerja Korsel diculik dalam serangan ke sebuah lokasi proyek air di Libya barat pada 6 Juli lalu. Pemerintah mereka mengonfirmasi bahwa mereka muncul dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial pekan ini. Video tersebut menunjukkan keempat pria yang diculik itu menghadap ke kamera dan berbicara dalam bahasa Inggris.

Seorang penjaga bersenjata tampak berjongkok di belakang mereka di pasir. Namun tidak disebutkan siapa penculik mereka dan belum ada kelompok yang mengklaim penculikan tersebut. Juga tidak jelas kapan rekaman video itu dibuat.

"Kedutaan Filipina di Tripoli telah mengonfirmasi bahwa ketiga pria di video itu adalah tiga teknisi asal Filipina yang diculik pria-pria bersenjata di Libya bulan lalu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina Elmer Cato kepada AFP.




Sementara itu, juru bicara kantor kepresidenan Korsel mengatakan, pemerintahnya tengah melakukan "yang terbaik dengan semua sumber daya yang dimiliki negara".

"Negaranya dan presidennya tak pernah sekalipun melupakan dua," kata juru bicara, Kim Eui-kyeom dalam sebuah statemen.

"Pemerintah terus menjalankan sistem kerja sama erat dengan pemerintah Libya dan sekutu-sekutu lain, seperti Filipina dan Amerika Serikat, sejak hari insiden tersebut demi keselamatan dan pembebasannya," tandas Kim.

Sejak mantan diktator Libya, Muammar Kadhafi digulingkan dari kekuasaan dan tewas pada tahun 2011, para pekerja asing dan misi diplomatik kerap menjadi target para militan seperti kelompok ISIS.




Tonton juga 'Bulan Sabit Merah Temukan 3 Mayat Imigran di Pantai Libya':

[Gambas:Video 20detik]


Korsel Kerahkan Kapal Perang ke Libya Usai Penculikan Warganya
(ita/ita)