DetikNews
Selasa 31 Juli 2018, 15:44 WIB

Menteri Transportasi Akan Tindak Tegas ATC Malaysia Terkait MH370

Novi Christiastuti - detikNews
Menteri Transportasi Akan Tindak Tegas ATC Malaysia Terkait MH370 Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke (Malay Mail/Shafwan Zaidon)
Kuala Lumpur - Kementerian Transportasi Malaysia mempertimbangkan untuk mengambil tindakan terhadap para pemandu lalu lintas udara atau ATC yang bertugas saat pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 menghilang 4 tahun lalu. ATC Malaysia sebelumnya dinyatakan terlambat mengumumkan sinyal darurat MH370.

Seperti dilansir New Straits Times dan The Star, Selasa (31/7/2018), Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, menyatakan dirinya telah menginstruksikan Sekretaris Jenderal Kementerian Transportasi untuk membentuk sebuah komisi internal.


Komisi internal itu akan mempertimbangkan langkah-langkah yang mungkin dilakukan terhadap pihak ATC. Pembentukan komisi internal itu menindaklanjuti laporan penyelidikan keselamatan MH370 yang baru dirilis Senin (30/7) kemarin.

"Kita akan membentuk sebuah komisi kecil untuk melihat rekomendasi tindakan seperti apa yang bisa diambil terhadap ATC (yang bertugas) pada saat itu," ujar Anthony Loke dalam konferensi pers di lobi Gedung Parlemen Malaysia.

"Ini karena dalam laporan, dinyatakan bahwa pemandu lalu lintas udara tidak mengikuti SOP (standar prosedur operasional). Jadi, tindakan harus diambil terhadap pemandu lalu lintas udara pada saat itu," tegasnya.


Namun, ujar Loke, ada sejumlah hal yang dinilai akan mempersulit penerapan tindakan tegas. Diketahui bahwa saat MH370 hilang misterius pada 8 Maret 2014, ATC masih ada di bawah Departemen Penerbangan Sipil (DCA). Kini, departemen itu dihilangkan dan diganti Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM).

"Sekarang, DCA telah digantikan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM), entitas yang berbeda. Jadi, kita harus melihat tindakan seperti apa yang bisa diambil," ucap Loke. "Kita akan menunggu rekomendasi komisi internal sebelum mengambil tindakan," imbuhnya.

Dalam konferensi pers, Loke juga mengonfirmasi pengunduran diri Azharuddin Abdul Rahman dari jabatan sebagai Kepala CAAM. Azharuddin mengumumkan pengunduran diri sehari usai laporan penyelidikan keselamatan MH370 dirilis pada Senin (30/7) kemarin.


Loke menganggap Azharuddin sebagai orang pertama yang bertanggung jawab karena dia menjabat Direktur Jenderal DCA saat MH370 hilang misterius empat tahun lalu.

Laporan terbaru MH370 yang baru dirilis menyatakan ATC Malaysia terlambat dalam mengumumkan sinyal darurat MH370. ATC Malaysia tidak mengerahkan tiga fase darurat sesuai SOP secara tepat waktu.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed