ADVERTISEMENT

Lama Dinanti, Penyelidik Tak Bisa Tentukan Penyebab Hilangnya MH370

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 30 Jul 2018 18:25 WIB
Foto: REUTERS/Olivia Harris
Kuala Lumpur - Setelah lama dinanti-nanti, laporan penyelidikan atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 akhirnya dirilis hari ini. Namun kesimpulan dari laporan tersebut adalah para penyelidik tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat yang hilang empat tahun lalu itu.

"Kesimpulannya, tim tidak bisa menentukan penyebab sebenarnya dari menghilangnya MH370," demikian kalimat penutup laporan penyelidikan tersebut.

Dalam konferensi pers hari ini di Kuala Lumpur, Kok Soo Chon, kepala penyelidikan keselamatan MH370 mengatakan bahwa MH370 memang melenceng dari rute seharusnya, dan itu dilakukan bukan di bawah kendali autopilot melainkan secara manual.




"Apa yang kami temukan adalah bahwa pesawat memang telah memutar balik," ujar Kok seperti dilansir The Guardian, Senin (30/7/2018). "Kami bisa menyimpulkan bahwa MH370 telah memutar balik dan putar balik itu bukan karena anomali dalam sistem mekanik. Putar balik itu dilakukan bukan secara autopilot tapi secara manual," imbuhnya.

Dalam laporannya, tim penyelidik menyebutkan sejumlah kesalahan yang dilakukan, termasuk oleh pengendali lalu lintas udara (ATC) yang tidak segera memulai berbagai fase darurat yang tersedia, sehingga menunda operasi pencarian dan penyelamatan.

Dalam laporan juga disebutkan bahwa para penyelidik mempertimbangkan dan menilai semua teori konspirasi, rumor dan gosip-gosip yang beredar di media sosial.

Laporan ini juga menyebutkan bahwa pilot MH370, Zaharie Ahmad Shah, tidak memiliki riwayat perawatan kejiwaan, tidak ada bukti konflik dengan teman atau keluarga, tidak ada penggunaan narkoba, tidak ada bukti hubungan yang bermasalah dengan anggota keluarga, tidak ada bukti tekanan finansial dan tidak ada bukti dia mendaftar asuransi tambahan.




Kok menegaskan, pilot berumur 53 tahun itu sangat dihormati dan sangat berpengalaman dengan 18 ribu jam terbang. Dikatakan Kok, sangat tak mungkin pilot sengaja menjatuhkan pesawat tersebut. "Kami tak beropini bahwa itu mungkin peristiwa yang dilakukan pilot-pilot," tuturnya.

Namun ditambahkannya, tim penyelidik tak mengesampingkan kemungkinan apapun mengingat putar balik pesawat dilakukan secara manual dan sistem-sistem di pesawat juga dimatikan secara manual.

"Kami tak bisa membantah bahwa memang ada putar balik. Kami tak bisa mengesampingkan setiap kemungkinan," imbuhnya. "Kami tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa ada campur tangan yang melanggar hukum oleh pihak ketiga," tandasnya.

"Kami tak bisa menentukan dengan pasti alasan mengapa pesawat dialihkan dari rute yang direncanakan," katanya. "Tim tak bisa menentukan alasan sebenarnya dari hilangnya pesawat," imbuhnya.

Penerbangan MH370 hilang saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China pada 8 Maret 2014 lalu. Sebanyak 239 orang berada di dalam pesawat yang hilang misterius itu.

Setelah pencarian ekstensif selama bertahun-tahun dan melibatkan banyak negara, hingga kini bangkai pesawat MH370 belum ditemukan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia. (ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT