DetikNews
Rabu 18 Juli 2018, 18:02 WIB

Pasiennya Tewas, Ahli Bedah Plastik Terkenal di Brasil Kabur

Rita Uli Hutapea - detikNews
Pasiennya Tewas, Ahli Bedah Plastik Terkenal di Brasil Kabur Foto: thinkstock
Rio de Janeiro - Seorang ahli bedah plastik terkenal di Brasil kabur setelah kematian seorang pasiennya usai menjalani bedah plastik di rumahnya di Rio de Janeiro.

Pria yang dikenal sebagai Dr. Bumbum itu dianggap mampu memperindah bentuk tubuh perempuan, khususnya di bagian bokong. Pria bernama asli Denis Furtado itu dikenal di seluruh Brasil atas kemampuannya tersebut. Akun Instagram pria berumur 45 tahun tersebut bahkan memiliki 650 ribu pengikut.



Tonton juga video: 'Mengunjungi Klinik Bedah Plastik di Korea'

[Gambas:Video 20detik]


Saat ini, Furtado diburu kepolisian Brasil setelah kematian seorang pasiennya yang bernama Lilian Quezia Calixto. Wanita itu meninggal beberapa jam setelah menjalani prosedur pembesaran bokong di rumah pria itu yang berada di kawasan Barra de Tijuca. Calixto rela menempuh perjalanan sejauh 2 ribu kilometer dari rumahnya di Cuiaba untuk menemui ahli bedah plastik terkenal itu.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/7/2018), setelah mendapat suntikan acrylic glass filler yang kontroversial, Calixto mulai merasa sakit. Tiba di rumah sakit pada Minggu (15/7) waktu setempat, perempuan itu mengalami detak jantung cepat dan hipertensi, dan setelah mengalami empat kali serangan jantung, dia meninggal.

Tak lama setelah itu, Furtado menghilang dan kini diburu polisi atas dugaan kasus pembunuhan dan tindakan kriminal. Sedangkan kekasihnya, yang oleh sejumlah media disebut sebagai asistennya, telah ditangkap polisi.




Berita ini menggemparkan industri bedah plastik di negeri itu -- Brasil berada di tempat kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara yang paling banyak melakukan operasi plastik.

Organisasi Masyarakat Bedah Plastik Brasil (SBPC) langsung mengecam Furtado atas insiden tersebut. "Anda tak bisa melakukan bedah plastik di dalam sebuah apartemen. Banyak orang menjual mimpi, fantasi untuk para pasien dengan cara yang tidak etis dan orang-orang, sering tertarik pada harga rendah, tanpa mempertimbangkan apakah kondisi tersebut memadai atau tidak," cetus ketua SBPC Niveo Steffen kepada AFP.

Dia mengatakan bahwa kasus Furtado menunjukkan "prosedur kosmetik yang diremehkan oleh para profesional yang tidak terspesialisasi, yang seringnya bukan dokter dan menempatkan orang-orang pada risiko."


Pasiennya Tewas, Ahli Bedah Plastik Terkenal di Brasil Kabur

(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed