Serangan udara tersebut terjadi di provinsi Quneitra, Suriah yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad telah menggempur provinsi tersebut sejak Minggu (15/7) lalu sebagai upaya untuk merebut kembali provinsi tersebut dari para pemberontak.
Gempuran tersebut dilancarkan setelah pasukan rezim Suriah berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah provinsi Daraa dalam waktu kurang dari sebulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Observatory menyatakan, belum diketahui apakah serangan-serangan udara itu dilakukan oleh rezim Suriah atau sekutunya, Rusia.
Sementara itu di provinsi Daraa yang bertetangga dengan Quneitra, serangan-serangan udara menewaskan seorang warga sipil di dekat desa Al-Aliya. Menurut Observatory, serangan udara itu dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia.
"Sejak Selasa pagi, serangan-serangan udara gencar Rusia dan bom-bom barel yang dijatuhkan oleh rezim telah menargetkan sebuah wilayah yang membatasi Quneitra dan Daraa," ujar kepala Observatory, Rami Abdel Rahman.
Dikatakannya, Hayat Tahrir al-Sham, kelompok yang dipimpin oleh bekas cabang Al-Qaeda di Suriah, diketahui beroperasi di wilayah tersebut.
Observatory menyatakan, dalam dua hari sejak Minggu (15/7) waktu setempat, setidaknya 43 petempur pro-rezim telah tewas dalam serangan-serangan di Daraa dan Quneitra, begitu pula dengan 48 pemberontak dan militan ISIS.
(ita/ita)











































