ADVERTISEMENT

Mantan Jurnalis Akui Pernah Dilecehkan PM Kanada

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 07 Jul 2018 18:27 WIB
Justin Trudeau dalam foto pada Januari 2018 (REUTERS/Denis Balibouse)
Ottawa - Seorang mantan jurnalis di Kanada buka suara soal tindak pelecehan seksual oleh Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau. Tindak pelecehan seksual itu disebut terjadi sekitar dua dekade lalu, saat Trudeau belum terjun ke dunia politik.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (7/7/2018), mantan jurnalis bernama Rose Knight ini membenarkan laporan media lokal Kanada, Creston Valley Advance, yang pertama dirilis tahun 2000 lalu. Pernyataan Knight ini disampaikan kepada Canadian Broadcasting Corporation (CBC).

"Saya mengeluarkan pernyataan ini dengan keraguan, menanggapi semakin memuncaknya tekanan media untuk mengonfirmasi bahwa saya adalah reporter yang menjadi subjek editorial 'Open Eyes', yang dipublikasikan Creston Valley Advance pada Agustus 2000," tutur Knight dalam pernyataannya.


Insiden itu diketahui terjadi saat Trudeau masih berusia 28 tahun dan belum terjun ke dunia politik. Laporan Creston Valley Advance menyebut bahwa Trudeau saat itu telah meminta maaf kepada Knight. Dalam ulasan Creston Valley Advance saat itu juga dicantumkan pernyataan Trudeau yang menyatakan: "Saya tidak akan pernah sebegitu agresif (jika dia tahu Knight seorang reporter)."

"Insiden yang diulas dalam editorial itu memang terjadi, seperti dilaporkan. Tuan Trudeau telah meminta maaf keesokan harinya. Saya tidak melanjutkan insiden ini (ke pengadilan) pada saat itu dan tidak akan pernah melanjutkannya di masa mendatang," tegas Knight.

"Saya tidak memiliki komunikasi lanjutan dengan Tuan Trudeau, sebelum atau setelah dia menjadi Perdana Menteri," imbuhnya.

Dinyatakan Knight kepada CBC bahwa dirinya tidak akan memberi komentar lainnya terkait insiden itu.


Pernyataan Knight itu muncul sehari setelah Trudeau yang mengklaim diri sebagai feminis, tampil membela diri atas tuduhan meraba seorang jurnalis saat sebuah festival musik di Creston, British Columbia, tahun 2000 lalu.

"Saya tidak merasa bahwa saya bertindak tidak pantas dalam bentuk apapun, tapi saya menghormati fakta bahwa orang lain mungkin merasakannya secara berbeda," ujar Trudeau dalam tanggapannya.

Trudeau kemudian ditanya apakah dirinya berniat meluncurkan investigasi soal insiden itu, mengingat Partai Liberal yang menaunginya memiliki kebijakan nol toleransi untuk kekerasan seksual. Dia tidak menjawab pernyataan itu secara langsung, namun hanya mengulang bahwa dirinya meyakini tidak bertindak tidak pantas.

(nvc/fdn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT