DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 16:01 WIB

Jumlah WN Turki yang Memilih di Luar Negeri Capai Rekor Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Jumlah WN Turki yang Memilih di Luar Negeri Capai Rekor Baru Banyak warga Turki di luar negeri telah menggunakan hak suaranya (Anadolu Agency)
Ankara - Warga Turki yang ada di luar negeri diberi kesempatan untuk memilih lebih dulu sebelum pemilu digelar pada 24 Juni nanti. Jumlahnya mengalami peningkatan dan dilaporkan mencetak rekor baru.

Dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu Agency dan dilansir Reuters, Jumat (22/6/2018), pemungutan suara bagi warga Turki yang ada di luar negeri telah dimulai sejak 7 Juni lalu dan diakhiri Selasa (19/6) malam waktu setempat.

Pemungutan suara digelar di berbagai misi diplomatik Turki yang ada di 51 negara. Total ada 3.160 kotak suara yang disediakan di sekitar 123 misi diplomatik Turki di berbagai negara.


Pada Rabu (20/6) waktu setempat, Kepala Mahkamah Tinggi Pemilu Turki (YSK) Sadi Guven mengumumkan bahwa total 1,49 juta pemilih telah menggunakan hak suaranya di luar negeri. Jumlah itu berarti mencapai 48,78 persen dari total 3,047 juta pemilih yang terdaftar di luar negeri.

Guven menyebut angka itu mencapai level rekor baru dalam sejarah pemilu Turki. Dalam pemilu sebelumnya pada November 2015, jumlah pemilih secara total mencapai 85 persen. Jumlah itu termasuk pemilih di luar negeri yang saat itu mencapai angka 1,3 juta orang.

Sementara itu, bagi setiap warga Turki yang tinggal di luar negeri dan bepergian ke Turki pada Juni ini, bisa memilih di pintu-pintu perbatasan atau bea cukai Turki hingga 24 Juni mendatang, tepatnya hingga pukul 17.00 waktu setempat.


YSK menyebut total 59,39 juta pemilih yang terdaftar, termasuk 3,047 juta pemilih di luar negeri, dalam pemilu tahun ini. Sebanyak 180.065 kotak suara telah disebar ke 81 provinsi di Turki. Pemilu kali ini akan memilih kandidat presiden dan anggota parlemen pada saat bersamaan.

Pemungutan suara dimulai Minggu (24/6) pagi, sekitar pukul 09.00 hingga pukul 17.00 waktu setempat. Para pemilih yang ingin menggunakan hak suara harus menunjukkan kartu identitas atau dokumen identifikasi lainnya. Para pemilih dilarang masuk ke bilik suara sambil membawa kamera atau telepon genggam.

Nantinya, para pemilih akan memilih pada dua surat suara terpisah dalam amplop yang sama, satu untuk presiden dan satu lagi untuk parlemen. Begitu pemungutan suara berakhir, surat suara untuk kandidat presiden yang akan dihitung lebih dulu.


Ada delapan partai politik dan enam kandidat capres termasuk kandidat incumbent, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang bertarung dalam pemilu tahun ini. Berbagai survei, menurut Reuters, memprediksi hasil pemilu nanti akan ketat. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang menaungi Erdogan diperkirakan kehilangan dominasi dalam parlemen dan pilpres diprediksi akan berlanjut ke putaran kedua pada 8 Juli nanti.


Saksikan juga video 'Momen Akrab Putin, Erdogan, dan Presiden Iran':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed