DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 19:50 WIB

Istri Netanyahu Didakwa Penipuan Terkait Katering Rumah Dinas

Novi Christiastuti - detikNews
Istri Netanyahu Didakwa Penipuan Terkait Katering Rumah Dinas Sara Netanyahu (REUTERS/Amir Cohen/File Photo)
Tel Aviv - Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, didakwa atas kasus penipuan terkait penyalahgunaan uang negara dalam layanan katering di rumah dinas mereka. Uang negara lebih dari US$ 100 ribu (Rp 1,3 miliar) diduga disalahgunakan dalam kasus ini.

Disampaikan Kementerian Kehakiman Israel, seperti dilansir Reuters, Kamis (21/6/2018), bahwa Sara didakwa bersama seorang pejabat pemerintahan Israel dalam kasus penipuan ini. Tidak disebut nama pejabat itu. Dakwaan ini telah dirilis oleh Kementerian Kehakiman Israel ke media, pekan ini.


Dalam dakwaan disebutkan bahwa keduanya, dengan cara menipu, telah mendapatkan uang negara lebih dari US$ 100 ribu, untuk ratusan layanan katering dari berbagai restoran bagi rumah dinas PM Israel. Hal ini jelas melanggar aturan hukum Israel yang melarang praktik itu, jika ada koki yang dipekerjakan di rumah dinas.

Dalam kasus ini, Sara dijerat dakwaan penipuan serius dan pelanggaran kepercayaan.

Belum ada tanggapan resmi dari Netanyahu maupun istrinya terkait dakwaan pidana ini.


Namun tahun lalu, Sara telah membantah tuduhan ini. Sementara Netanyahu sendiri sebelumnya menyebut tuduhan terhadap istrinya sangat absurd dan tidak berdasar.

Sara yang kini berusia 59 tahun, telah beberapa kali menghiasi tajuk utama berbagai media Israel terkait reputasinya yang disebut-sebut angkuh. Salah satu juru bicara keluarga Netanyahu pernah menyebut demikian ke media.

Di sisi lain, kasus yang menjerat Sara ini dianggap tidak akan banyak berpengaruh pada citra politik suaminya. Netanyahu yang sudah empat periode menjabat PM Israel masih memiliki dukungan besar meskipun dihujani berbagai tuduhan.


Diketahui bahwa Netanyahu juga terseret rentetan kasus korupsi dalam beberapa tahun terakhir. Netanyahu bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka untuk dua dari empat kasus hukum yang menjeratnya. Dia menyangkal semuanya dan menyebut tudingan-tudingan korupsi itu sebagai perburuan politik atau 'political witch hunt'.


(nvc/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed