DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 12:14 WIB

Usai Diserang Roket, Israel Bombardir 25 Target Hamas di Gaza

Novi Christiastuti - detikNews
Usai Diserang Roket, Israel Bombardir 25 Target Hamas di Gaza Ilustrasi (REUTERS/Amir Cohen)
Gaza City - Jet-jet tempur Israel membombardir 25 target Hamas di wilayah Jalur Gaza. Serangan udara ini merupakan balasan atas serangan roket dan mortir yang mengarah ke wilayah Israel.

Dituturkan warga setempat, seperti dilansir Reuters, Rabu (20/6/2018), dua personel keamanan Hamas mengalami luka-luka akibat salah satu serangan di Gaza bagian selatan. Bombardir dari jet tempur Israel ini terjadi pada Rabu (20/6) dini hari waktu setempat.

Suara sirene peringatan untuk serangan udara dan aplikasi peringatan via telepon untuk warga Israel menyala selama gempuran udara berlangsung.


Gempuran udara dengan jet tempur itu dilakukan Israel setelah wilayahnya dilanda rentetan serangan roket dan mortir. Militer Israel melaporkan ada 30 roket dan mortir yang ditembakkan ke wilayahnya. Sistem antirudal Iron Dome diklaim berhasil menghancurkan tujuh roket di antaranya.

Tidak ada laporan korban jiwa dari pihak Israel akibat rentetan roket itu.

Sejak pertempuran terakhir dengan Hamas tahun 2014, Israel terus meningkatkan upaya mencegah serangan lintas perbatasan. Mulai dari meningkatkan kemampuan sistem pencegat roket hingga berinvestasi lebih banyak pada teknologi pendeteksi dan penghancur terowongan bawah tanah.


Dalam beberapa pekan terakhir, warga Palestina menerbangkan layang-layang yang membawa ember berisi batu bara atau kain terbakar melintasi perbatasan Gaza dan Israel. Hal ini dimaksudkan untuk membakar lahan pertanian dan hutan di Israel. Beberapa layang-layang dipasangi peledak kecil yang memicu kerusakan cukup besar.

Sedikitnya 127 warga Palestina tewas di tangan tentara Israel selama serangkaian unjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza yang digelar setiap hari Jumat sejak 30 Maret lalu. Unjuk rasa itu menuntut hak-hak warga Palestina yang terusir sejak tahun 1948 silam, untuk kembali ke rumah-rumah mereka di wilayah yang kini diduduki Israel. Momen yang terjadi 70 tahun lalu itu diperingati sebagai Nakba atau 'malapetaka'.

Israel menuding Hamas memanfaatkan unjuk rasa itu untuk memicu kekacauan. Hamas telah membantah tudingan ini.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed