Dilansir dari AFP, Kamis (14/6/2018), selain melatih pasukan ISIS terkait penyerangan, Waheba juga mengajarkannya memasak risin (protein beracun yang ada pada jarak pohon). Dalam perpustakaan Waheba juga ditemukan buku tentang bom, racun, dan rompi bunuh diri.
Waheba yang merupakan seorang janda ditangkap pada Rabu (13/6) waktu setempat di Cudahy, Wisconsin. Departemen Kehakiman AS mendakwa Waheba coba memberi dukungan material kepada ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dakwaan Waheba disebutkan menggunakan sejumlah akun sosial media untuk mempromosikan ISIS dan memfasilitasi perekrutannya.
Dia mengelola perpustakaan online tentang cara membuat bom, senjata biologis, racun, dan rompi bunuh diri. Dia juga mengusulkan target serangan bom termasuk festival jalanan dan perayaaan musim panas. (rna/imk)











































