DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 16:59 WIB

Dicari Komisi Antikorupsi Malaysia, Ini Tanggapan Jho Low

Novi Christiastuti - detikNews
Dicari Komisi Antikorupsi Malaysia, Ini Tanggapan Jho Low Jho Low (freemalaysiatoday.com)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kuala Lumpur - Miliarder Malaysia, Low Taek Jho alias Jho Low, menyadari dirinya sedang dicari oleh Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC). Lewat sebuah pernyataan, Jho Low menyatakan dirinya akan membantu penyelidikan MACC.

Komentar Jho Low itu disampaikan perwakilannya melalui pernyataan via email yang dilaporkan Bloomberg dan dilansir media Malaysia, The Star, Kamis (7/6/2018). Keberadaan Jho Low saat ini tidak diketahui pasti. Dia diyakini berpindah-pindah tempat antara Thailand, Taiwan dan Hong Kong.


Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Jho Low telah menginstruksikan tim pengacaranya untuk melakukan komunikasi dengan MACC, setelah dia menyadari dirinya dicari untuk membantu penyelidikan.

"Melalui laporan media tertanggal 7 Juni 2018, Low menyadari bahwa MACC meminta bantuannya," demikian keterangan email itu.

"Menindaklanjuti hal ini, Low dengan segera menginstruksikan pengacara-pengacaranya untuk mengontak MACC hari ini dengan penuh rasa hormat untuk menawarkan bantuan," imbuh pernyataan itu.


Jho Low disebut sebagai 'saksi terbaik' untuk memberikan informasi terkait skandal korupsi pada 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Pria berusia 37 tahun yang mengaku pernah menjadi konsultan 1MDB ini, digambarkan oleh para penyidik global sebagai sosok sentral di balik hilangnya sejumlah besar uang 1MDB. Jho Low telah menyangkal dirinya terlibat.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin, menyebut Jho Low sebagai 'penjahat utama' yang membuat skandal korupsi 1MDB menjadi kejahatan terbesar di dunia. Diketahui bahwa skandal 1MDB juga diselidiki oleh sejumlah negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS).

Penyidik Malaysia kini fokus pada unit perusahaan 1MDB bernama SRC International. Bukti yang didapat MACC akhir tahun 2015 menunjukkan aliran dana US$ 10,6 juta atau setara 42 juta ringgit (Rp 146 miliar) dari SRC International ditransfer ke sebuah rekening milik eks Perdana Menteri (PM) Najib Razak. SRC International dibentuk pemerintahan Najib tahun 2011 untuk mengejar investasi internasional dalam sektor sumber daya energi.


Pemberitahuan MACC yang sedang memburu Jho Low dirilis setelah Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, dimintai keterangan terkait penyelidikan SRC International. Selain Jho Low, MACC juga memburu Nik Faisal Ariff Kamil Nik Othmand Arif Kamil (47) yang mantan Direktur SRC International.

Tidak disebut lebih lanjut keterkaitan dan peran Jho Low serta Nik Faisal dalam kasus itu. Setiap orang yang memiliki informasi atau mengenal keduanya diminta untuk menghubungi penyidik MACC yang nomornya dicantumkan dalam pemberitahuan itu.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed