DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 15:25 WIB

Mendagri Malaysia: Jho Low Penjahat Utama di Balik Skandal 1MDB

Novi Christiastuti - detikNews
Mendagri Malaysia: Jho Low Penjahat Utama di Balik Skandal 1MDB Jho Low (ist)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kuala Lumpur - Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin menyebut miliarder muda Low Taek Jho alias Jho Low sebagai 'penjahat utama' di balik skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Muhyiddin menegaskan Malaysia berupaya keras untuk menangkap Jho Low.

Dituturkan Muhyiddin, seperti dilansir Malay Mail dan kantor berita Bernama, Kamis (7/6/2018), otoritas Malaysia memiliki cukup informasi yang menyebut Jho Low sebagai penjahat utama yang membuat skandal 1MDB menjadi kejahatan terbesar di dunia.

"Dia (Jho Low-red) merupakan penjahat utama yang pertama di balik korupsi besar 1MDB ini," sebut Muhyiddin saat berpidato di hadapan jajarannya.


Muhyiddin menegaskan bahwa para penyidik telah mengumpulkan cukup bukti untuk mengadili pria berumur 37 tahun kelahiran Penang itu, tapi butuh waktu untuk bertindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Dia mengaku menyadari kegusaran warga Malaysia yang menganggap pemerintah tidak bergerak cepat dalam menyelidiki kasus ini. Muhyiddin meminta publik sedikit bersabar.

"Sejumlah orang bertanya mengapa Jho Low tidak ditangkap karena informasi telah dikumpulkan. Saya katakan mari tunda sebentar, tapi ada pihak yang tidak ingin menunggu, mereka berharap langkah tegas diambil tidak hari ini, tapi 'kemarin'. Seperti itulah kemarahan orang-orang," ujarnya.

"Saya tidak mengatakan bahwa saya ingin memprioritaskan aturan dan hukum, tapi dalam kasus-kasus yang jelas, langkah tegas harus diambil segera sesuai dengan undang-undang pidana atau undang-undang antikorupsi," tegas Muhyiddin.


Muhyiddin menegaskan, skandal korupsi seperti 1MDB tidak boleh diabaikan dan langkah tegas harus diambil. Dia menyerukan staf Kementerian Dalam Negeri Malaysia untuk bekerja sama dalam membantu berbagai pihak, termasuk satgas khusus 1MDB, yang menyelidiki kasus itu.

Pada Kamis (7/6) ini, Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) merilis pemberitahuan yang isinya meminta Jho Low (37) dan Nik Faisal Ariff Kamil Nik Othmand Arif Kamil (47) yang merupakan Direktur SRC Internasional, untuk membantu penyelidikan SRC International yang merupakan unit perusahaan 1MDB. Keduanya tengah diburu MACC terkait penyelidikan itu.

SRC International Sdn Bhd dibentuk pemerintahan mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak pada tahun 2011 untuk mengejar investasi internasional dalam sektor sumber daya energi. Bukti yang didapat MACC akhir tahun 2015 menunjukkan aliran dana sebesar US$ 10,6 juta atau setara 42 juta ringgit (Rp 146 miliar) dari SRC International telah ditransfer ke sebuah rekening milik Najib.


Tidak disebut lebih lanjut keterkaitan dan peran Jho Low serta Nik Faisal dalam kasus itu. Setiap orang yang memiliki informasi atau mengenal keduanya diminta untuk menghubungi penyidik MACC yang nomornya dicantumkan dalam pemberitahuan itu.

Keberadaan Jho Low yang dikenal dekat dengan Najib, tidak diketahui pasti. Dia diyakini berpindah-pindah tempat antara Thailand, Taiwan dan Hong Kong. Nama Jho Low sering disebut terkait skandal 1MDB, namun dia sebelumnya telah membantah terlibat.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed