DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 18:42 WIB

Tim Penyidik Internasional: Unit Militer Rusia Tembak Jatuh MH17

Novi Christiastuti - detikNews
Tim Penyidik Internasional: Unit Militer Rusia Tembak Jatuh MH17 Kerangka pesawat Malaysia Airlines MH17 yang dipamerkan ke publik tahun 2015 lalu (REUTERS/Michael Kooren)
Amsterdam - Pelaku yang menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 di atas wilayah Ukraina Timur tahun 2014 telah terungkap. Jaksa yang menyelidiki insiden ini telah mengidentifikasi rudal yang menjatuhkan MH17 berasal dari sebuah unit militer Rusia.

MH17 jatuh usai terkena sebuah rudal buatan Rusia pada 17 Juli 2014. Pesawat dengan rute Amsterdam-Kuala Lumpur ini jatuh di wilayah Ukraina Timur, yang saat itu dikuasai separatis pro-Rusia. Sebanyak 298 orang di dalam pesawat itu, yang sebagian besar warga negara Belanda, tewas.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (24/5/2018), Kepala Divisi Kriminal Kepolisian Nasional Belanda, Wilbert Paulissen, menyatakan bahwa rudal yang ditembakkan dari sebuah kendaraan militer milik Brigade Antipesawat ke-53 pada militer Rusia.

"Telah sampai pada kesimpulan bahwa BUK-TELAR yang menembak jatuh MH17 datang dari Bribadi Rudal Anti-pesawat ke-53 yang berbasis di Kursk di Rusia," sebut Paulissen dalam konferensi pers terbaru di Bunnik, Belanda.

"Seluruh kendaraan yang ada dalam konvoi membawa rudal-rudal itu merupakan bagian Angkatan Bersenjata Rusia," imbuhnya.


Rusia telah berulang kali membantah terlibat dalam insiden tragis ini. Belum ada komentar terbaru dari Rusia terkait kesimpulan ini.

Dalam perkembangan sementara untuk penyelidikan MH17, jaksa mengurangi daftar calon tersangka dari lebih 100 orang menjadi hanya beberapa puluh orang. "Kami memiliki banyak bukti dan banyak alat bukti, tapi kami belum selesai. Masih ada banyak hal yang harus dilakukan," ungkap ketua tim jaksa penyidik MH17, Fred Westerbeke.

Dituturkan Westerbeke bahwa para penyidik belum siap mengungkapkan identitas para invididu yang menjadi calon tersangka, secara publik atau merilis dakwaan. Pertanyaan soal apakah anggota Brigade ke-53 berperan aktif dalam aksi menembak jatuh MH17 juga masih diselidiki lebih lanjut.

Westerbeke menyerukan agar para saksi mata, termasuk warga setempat, untuk membantu penyidik mengidentifikasi individu yang mengoperasikan sistem rudal itu. Dia juga menyatakan masih butuh informasi soal perintah yang diterima para penembak rudal serta siapa pejabat yang bertanggung jawab atas Brigade ke-53 itu.

Dalam pernyataan tahun lalu, Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan bahwa tersangka yang diidentifikasi dalam penembakan jatuh MH17 nantinya akan diadili di pengadilan Belanda dan di bawah hukum Belanda.


Tim Investigasi Gabungan yang terdiri dari Australia, Belgia, Malaysia, Belanda dan Ukraina terus bekerja mengumpulkan alat bukti untuk mengadili pelaku yang menembak jatuh MH17. Dalam laporan awal tahun 2015, Badan Keselamatan Belanda menyatakan pesawat jenis Boeing 777 itu terkena rudal Buk buatan Rusia.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed