DetikNews
Senin 21 Mei 2018, 16:41 WIB

Cinta Ditolak Diduga Picu Pelaku Tembak Mati 10 Orang di Texas

Aditya Mardiastuti - detikNews
Cinta Ditolak Diduga Picu Pelaku Tembak Mati 10 Orang di Texas pelaku penembakan brutal di Texas (Foto: Pool)
Texas - Salah satu remaja perempuan menjadi korban tewas dalam penembakan brutal di sebuah sekolah di Texas, Amerika Serikat. Sang ibu mengungkap putrinya sempat menolak cinta dan mempermalukan Dimitrios Pagourtzis, pelaku penembakan itu.

Dilansir Daily Mail, Senin (21/5/2018), remaja perempuan yang dimaksud itu bernama Shana Fisher yang baru saja merayakan ulang tahun ke-16 sebelum serangan brutal itu terjadi. Ibu shana, Sadie Rodriguez, mengatakan putrinya telah menghindari Pagourtzis selama berbulan-bulan.

"Dia (Pagourtzis), terus melanjutkan aksinya dan makin agresif," kata Rodriguez saat wawancara dengan ABC7.

"Putriku akhirnya melawan dan mempermalukannya," imbuhnya.
Cinta Ditolak Diduga Picu Pelaku Tembak Mati 10 Orang di TexasFoto: Shana Fisher salah satu korban penembakan brutal di SMA Santa Fe (dok. Facebook)

Ini adalah indikasi motif awal penembakan brutal di SMA Sante Fe yang menewaskan 10 orang, Jumat (18/5). Namun, motif ini belum dikonfirmasi oleh jaksa penuntut umum maupun pengacara Pagourtzis.

Ibu Shana mengatakan, Pagourtzis yang dideskripsikan keluarganya sebagai anak yang pendiam dan manis, itu terus berlanjut menjadi agresif ketika mengejar Shana hingga akhirnya cintanya ditolak di hadapan teman-temannya di kelas. Penolakan cinta ini terjadi satu minggu sebelum serangan itu terjadi.

Pengacara Pagourtzis, Nicholas Poehl enggan berkomentar dan beralasan dia belum pernah mendengar interaksi antara kliennya dengan para korban. Dia menambahkan bahwa setiap hari dia meluruskan desas-desus terkait kehidupan klien remajanya itu.


Menurut berita acara pemeriksaan, Pagourtzis mengakui perbuatannya menembaki korban. Di hadapan penyidik dia mengatakan sengaja menyisakan siswa-siswa untuk hidup agar bisa menceritakan peristiwa penembakan itu.

Pagourtzis menyembunyikan senapan dan pistolnya di balik trenchcoat-nya sebelum melepaskan tembakan saat kelas dimulai. Media lokal, Houston Chronicle melaporkan, selain membawa senjata api, Pagourtzis juga membawa bom-bom pipa dalam aksinya di SMA Santa Fe. Pagourtzis merupakan murid di sekolah tersebut.



(ams/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed