DetikNews
Selasa 15 Mei 2018, 18:00 WIB

Wakil PM Malaysia: Tak Perlu Terburu-buru Jadikan Anwar Ibrahim PM

Novi Christiastuti - detikNews
Wakil PM Malaysia: Tak Perlu Terburu-buru Jadikan Anwar Ibrahim PM Wan Azizah Wan Ismail (Twitter/@drwanazizah)
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kuala Lumpur - Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail, yang juga istri tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim menyatakan tidak perlu terburu-buru menjadikan suaminya sebagai PM Malaysia. Hal ini disampaikan Wan Azizah usai muncul kritikan bahwa terlalu bodoh jika Anwar langsung menjadi PM usai bergabung parlemen.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star dan Malay Mail, Selasa (15/5/2018), komentar itu disampaikan Wan Azizah saat menjawab pertanyaan wartawan soal apakah Anwar akan dengan segera diangkat menjadi PM Malaysia begitu dia terpilih menjadi anggota parlemen dalam pemilu sela. Pemilu sela merupakan pemilu khusus yang digelar untuk mengisi jabatan politik yang kosong.

"Tentu saja tidak, karena ini semua bagian dari apa yang telah direncanakan," ucap Wan Azizah saat ditemui di luar Pusat Rehabilitasi Cheras, yang menjadi tempat perawatan suaminya yang baru saja menjalani perawatan medis usai menjalani operasi dan fisioterapi.


Anwar merupakan pemimpin de-facto Parti Keadilan Rakyat (PKR). Selama dia dipenjara, Wan Azizah yang mengambil alih kepemimpinan PKR. Sedangkan putri mereka, Nurul Izzah, menjabat sebagai Wakil Presiden PKR.

PKR bersama tiga partai lainnya, yakni Parti Tindakan Demokratik (DAP), Parti Amanah Nasional (PAN) dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) tergabung dalam koalisi Pakatan Harapan. Dalam pemilu 9 Mei lalu, Pakatan Harapan berhasil mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang berkuasa.

Koalisi Pakatan Harapan menyepakati bahwa Mahathir Mohamad menjabat sebagai PM dan Wan Azizah sebagai Wakil PM. Terungkap kesepakatan di kalangan partai koalisi Pakatan Harapan bahwa Mahathir hanya akan menjabat 1-2 tahun dan akan membuka jalan bagi Anwar untuk menjadi PM.


Ditegaskan Wan Azizah, koalisi Pakatan Harapan menginginkan transisi pemerintahan yang mulus di bawah kepemimpinan PM Mahathir. "Kami ingin pemerintahannya (PM Mahathir) membawa perubahan dan reformasi yang dibutuhkan," tegas Wan Azizah.

Pernyataan Wan Azizah ini juga menanggapi komentar Daim Zainuddin, Ketua Dewan Eminen yang baru dibentuk Mahathir, yang menyebut akan menjadi hal bodoh jika Anwar dijadikan PM Malaysia setelah bebas dan kembali ke parlemen. Dalam komentarnya, Daim juga menyebut ini bukan saatnya perubahan kepemimpinan secara cepat.

Sementara itu, dalam pernyataan terbaru, PM Mahathir kembali menyatakan dirinya hanya akan memegang jabatannya hingga satu atau dua tahun ke depan. Mahathir menyatakan dirinya akan tetap memainkan peran di belakang layar meski telah mengundurkan diri nantinya.


Mahathir juga mengatakan, Anwar akan bebas dari penjara pada Rabu (16/5) besok. Menurut Mahathir, setelah Anwar bebas, dia harus berupaya mendapatkan sebuah kursi di parlemen dan kemudian mungkin akan mendapatkan posisi di kabinet. Mahathir menambahkan, Anwar akan memainkan peran yang sama dengan para pemimpin tiga partai lainnya di koalisi Pakatan Harapan.



"Anwar Ibrahim dinyatakan bebas"! Saksikan videonya di 20Detik:


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed