DetikNews
Senin 14 Mei 2018, 17:01 WIB

Menkeu Baru Malaysia Pernah 2 Kali Dipenjarakan Mahathir

Novi Christiastuti - detikNews
Menkeu Baru Malaysia Pernah 2 Kali Dipenjarakan Mahathir Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng (MalayMail/Sayuti Zainudin)
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kuala Lumpur - Untuk pertama kali dalam 44 tahun, jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) Malaysia dipegang seseorang dari etnis keturunan China. Menteri Keuangan yang baru, Lim Guan Eng, juga diketahui pernah dua kali dijebloskan ke penjara oleh PM Mahathir Mohamad pada masa kepemimpinan terdahulu.

PM Mahathir mengumumkan tiga anggota pertama dalam jajaran kabinetnya, Sabtu (12/5) lalu. Salah satunya jabatan Menteri Keuangan yang dipegang oleh Lim Guang Eng, mantan bankir dan akuntan bersertifikat. Dia telah resmi dilantik pada Senin (14/5) ini.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/5/2018), terpilihnya Lim menjadi Menteri Keuangan Malaysia ini merupakan momen langka. Sebab, untuk pertama kali sejak 44 tahun terakhir, anggota komunitas etnis China di Malaysia menduduki jabatan top dalam pemerintahan itu.


Dalam pemerintahan sebelumnya, jabatan Menteri Keuangan dipegang oleh Najib Razak yang juga menjabat PM Malaysia. Mahathir sebelumnya menegaskan bahwa memisahkan dua peran itu sangat penting untuk menghindari terulangnya skandal korupsi miliaran dolar Amerika pada perusahaan investigasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang menyeret Najib.

Sosok Lim yang berusia 58 tahun ini, tidak banyak dikenal di lingkungan keuangan global. Namun oleh Malaysia, Lim dikenal sebagai Kepala Menteri Penang, yang merupakan negara bagian terkaya kedua di Malaysia dan menjadi tujuan wisata populer serta pelabuhan industri.

Sejumlah pengamat menyebut Lim telah membangun reputasi baik sebagai pengelola perekonomian di Penang, yang tercatat memiliki GDP (Produk Domestik Bruto) per kapita tertinggi di antara wilayah Malaysia lainnya tahun 2016. Para pengamat ekonomi menilai, dibutuhkan banyak waktu bagi Lim untuk memberlakukan reformasi ekonomi juga fiskal dan memastikan kepada pasar bahwa perubahan politik tidak berdampak secara ekonomi.


Terlepas dari itu, Lim diketahui pernah menjadi musuh Mahathir yang menjabat PM Malaysia terlama dari 1981-2003. Semasa Mahathir menjabat, Lim tercatat dua kali masuk penjara. Pertama, Lim masuk penjara pada Oktober 1987 setelah ditangkap dalam penggerebekan yang disebut Mahathir saat itu, untuk mencegah kerusuhan ras. Kedua, Lim kembali dipenjara tahun 1998 atas pelanggaran terhadap Undang-undang Penghasutan.

Saat pengumuman tiga jabatan menteri pada Sabtu (12/5), Lim berdiri penuh senyum di sebelah Mahathir yang mengumumkan dirinya sebagai Menteri Keuangan. Dua jabatan lain yang diumumkan adalah Muhyiddin Yasin sebagai Menteri Dalam Negeri dan Mohamad Sabu sebagai Menteri Pertahanan.

Kepada wartawan usai penunjukannya, Lim menuturkan bahwa pemerintahan baru Malaysia akan mengkaji seluruh kontrak pemerintah demi memastikan terjaminnya kesempatan kerja dan bisnis untuk warga Malaysia, juga mengurangi beban keuangan warga berpendapatan rendah.


Lim merupakan pemimpin Parti Tindakan Demokratis (DAP), anggota koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir. Lim yang anak tokoh pemimpin DAP, Lim Kit Siang ini, lulus jurusan ekonomi dari Monash University, Australia. Dia pertama menjadi anggota parlemen Malaysia tahun 1986. Lim juga memimpin kemenangan oposisi di Penang untuk pertama kali tahun 2008 lalu. Sejak saat itu, dia menjabat Kepala Menteri Penang.

Saat ditanya soal dirinya sebagai Menteri Keuangan dari etnis keturunan China di Malaysia yang didominasi etnis Melayu, Lim menjawab: "Saya tidak menganggap diri saya sebagai seorang warga China. Saya seorang warga Malaysia."


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed