DetikNews
Rabu 02 Mei 2018, 11:55 WIB

Jet Tempur Rusia Terbang Dekati Pesawat Pengintai AS di Laut Baltik

Novi Christiastuti - detikNews
Jet Tempur Rusia Terbang Dekati Pesawat Pengintai AS di Laut Baltik Ilustrasi jet tempur Su-27 milik Rusia (Anadolu Agency)
Washington DC - Sebuah jet tempur milik Rusia terdeteksi melakukan manuver 'tidak profesional' di dekat sebuah pesawat pengintai milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Ini merupakan insiden kesekian kalinya yang melibatkan pesawat militer Rusia dan AS di wilayah udara internasional.

Dituturkan dua sumber pertahanan AS kepada CNN, Rabu (2/5/2018), insiden ini terjadi di wilayah udara internasional yang ada di atas wilayah Laut Baltik, pada Selasa (1/5) waktu setempat. Insiden ini melibatkan sebuah jet tempur Rusia jenis Su-27 dan sebuah pesawat pengintai AS jenis P-8

Menurut salah satu pejabat pertahanan AS, jet tempur Rusia itu terbang mendekat hingga jarak hanya 20 kaki atau 6 meter dengan pesawat pengintai AS. Insiden ini berlangsung selama 9 menit.

Para pejabat AS menyebut manuver jet tempur Rusia ini masih aman, namun tidak profesional.


Secara terpisah, seorang pejabat Angkatan Laut AS menuturkan kepada CNN bahwa pihaknya hanya mengklasifikasikan manuver udara dalam dua kategori, yakni 'aman' atau 'tidak aman'.

Juru bicara Pasukan Angkatan Laut AS di Eropa, Letnan Komandan Zach Harrell, menolak mengomentari insiden ini. "Kapal dan pesawat militer Angkatan Laut AS secara rutin berinteraksi dengan unit-unit militer dari negara lain," sebutnya.

Harrell juga menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan informasi soal interaksi yang dianggap tidak aman.

Insiden semacam ini bukan yang pertama terjadi pada tahun ini. Pada Januari lalu, sebuah jet tempur Rusia jenis Su-27 terbang hanya dalam jarak 5 kaki (1,5 meter) dengan sebuah pesawat militer AS jenis EP-3. Hal ini memaksa pesawat AS terbang di jalur 'jet wash' atau bekas turbulensi jet tempur Rusia. Angkatan Laut AS menganggap manuver jet Rusia saat itu 'tidak aman' dan 'tidak profesional'.


Insiden pada Januari lalu membuat Departemen Luar Negeri AS menuding Rusia telah melakukan 'pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian dan hukum internasional'.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed