DetikNews
Senin 23 April 2018, 13:29 WIB

Malaysia Rilis Sketsa Wajah 2 Pembunuh Profesor Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Malaysia Rilis Sketsa Wajah 2 Pembunuh Profesor Palestina Sketsa wajah 2 tersangka pembunuhan profesor Palestina (Bernama via Channel News Asia)
Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia merilis sketsa wajah dua tersangka yang diduga menembak mati profesor asal Palestina, Dr Fadi Mohammed al-Batsh, di jalanan Kuala Lumpur. Kedua tersangka disebut berasal dari Eropa atau Timur Tengah.

Seperti dilansir kantor berita Bernama dan Reuters, Senin (23/4/2018), Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamed Fuzi Harun, menyebut sketsa yang menampilkan wajah pelaku itu didapat berdasarkan sejumlah saksi mata di lokasi penembakan.

"Salah satu tersangka diyakini berasal dari sebuah negara di Timur Tengah atau Eropa. Keduanya berjenggot, memiliki postur tubuh kekar dan tinggi badan sekitar 180 cm," sebut Mohammed Fuzi Harun dalam konferensi pers.


Saat beraksi, dua tersangka disebut membawa tas ransel dan memakai jaket serta helm warna gelap. Sketsa yang dirilis polisi Malaysia menunjukkan salah satu tersangka memakai helm dan kaca mata. Mohammed Fuzi mengaku tidak yakin jika kedua tersangka masih ada di Malaysia.

"Kami tidak bisa menutup seluruh pintu keluar dan kami tidak mendapatkan informasi lain selain soal keterangan wajah tersangka," ucapnya.

Batsh (35) ditembak mati saat berjalan menuju masjid setempat untuk salat Subuh pada Sabtu (21/4) pagi waktu setempat. Satu dari dua pelaku yang menumpang sepeda motor bertenaga besar, melepas 14 tembakan ke arah Batsh.

Video 20Detik: Profesor Palestina Ditembak Mati di Malaysia

[Gambas:Video 20detik]



Tembakan itu langsung menewaskan Batsh yang dikenal sebagai dosen teknik di Malaysia. Batsh juga diketahui mendapat gelar doktor atau PhD dari Universiti Malaya di Malaysia.

Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan korban tewas akibat sejumlah luka tembak di kepala dan tubuhnya. Total ada 14 peluru yang ditemukan. "Kami akan mengirimkan beberapa peluru yang dikumpulkan, kepada pakar analisis kami untuk menentukan jenis senjata yang digunakan dalam pembunuhan keji ini," ucap Mohammed Fuzi.

Kelompok Hamas yang menguasai Gaza telah mengklaim Batsh sebagai anggotanya. Hamas juga menuding badan intelijen Israel, Mossad, sebagai dalang di balik pembunuhan Batsh. Otoritas Israel telah membantah tudingan itu. Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, menyebut kemungkinan Batsh dibunuh sebagai bagian dari sengketa internal Palestina.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed