DetikNews
Kamis 19 April 2018, 19:26 WIB

220 Mesin Pesawat Southwest Akan Diperiksa Usai Insiden Ledakan

Novi Christiastuti - detikNews
220 Mesin Pesawat Southwest Akan Diperiksa Usai Insiden Ledakan Kondisi mesin pesawat Southwest Airlines usai insiden meledak di udara (REUTERS/Mark Makela)
Washington DC - Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat atau FAA akan memerintahkan pemeriksaan sekitar 220 mesin pesawat usai mesin pesawat Southwest Airlines meledak di udara. Ledakan mesin pesawat Southwest Airlines itu diawali oleh sebuah bilah baling-baling yang terlepas.

[Gambas:Video 20detik]


Seperti dilansir Reuters, Kamis (19/4/2018), FAA menyatakan pihaknya masih menyelesaikan instruksi pemeriksaan kelaikan terbang dalam waktu dua pekan ke depan. FAA bertugas mengawasi setiap aktivitas penerbangan di wilayah AS. Instruksi yang akan dirilis FAA itu berisi perintah pemeriksaan ultrasonik terhadap setiap bilah baling-baling dari mesin pesawat jenis CFM56-7B dalam jangka waktu enam bulan.

Instruksi semacam ini sebenarnya telah diajukan pada Agustus 2016, usai insiden mesin meledak yang menimpa pesawat milik Southwest Airlines lainnya. Dua pesawat Southwest Airlines yang mesinnya meledak pada 2016 dan pada Selasa (17/4) pekan ini, memiliki jenis yang sama.


Dalam tanggapannya, maskapai Southwest Airlines menyatakan instruksi FAA ini akan berdampak pada lebih dari 220 mesin pesawat jenis CFM56-7B yang digunakannya. Southwest menyebut sejumlah bilah baling-baling mungkin telah diperbaiki dan dipindahkan ke mesin pesawat lainnya.

Mesin pesawat jenis CFM56-7B diketahui dirakit oleh CFM International, yang merupakan joint venture antara GE Aviation yang masih bagian dari General Electric asal AS dan Safran Aircraft Engines yang bagian dari Safran of France.

Pada Selasa (17/4) waktu setempat, mesin CFM56-7B pada pesawat Southwest nomor penerbangan 1380 meledak saat mengudara di atas wilayah Pennsylvania. Insiden terjadi saat pesawat baru 20 menit terbang dari New York menuju Dallas, Texas. Ledakan itu memicu serpihan yang mengoyak badan pesawat jenis Boeing 737-700 ini dan memecahkan salah satu kaca jendela.


Salah satu penumpang, Jennifer Riordan (43), tewas usai separuh tubuhnya tersedot keluar dari jendela yang pecah itu. Pecahnya kaca jendela membuat pesawat mengalami turbulensi hebat sebelum akhirnya berhasil mendarat darurat di Philadelphia.

Pada Rabu (18/4) waktu setempat, Kepala Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Robert Sumwalt menyebut insiden berawal saat salah satu dari total 24 bilah baling-baling pada mesin pesawat Southwest Airlines terlepas dari pusatnya. Penyidik menemukan bahwa bilah baling-baling itu mengalami kondisi 'metal fatigue' saat terlepas.

Ditambahkan Sumwalt bahwa baling-baling pesawat yang salah satu bilahnya terlepas itu juga mengalami retakan lain yang cukup panjang. Serpihan dari mesin yang meledak ditemukan di Bernville, Pennsylvania yang berjarak 112 kilometer dari Philadelphia, usai dilakukan pencarian dengan radar.


Sumwalt mengaku tidak bisa berkomentar saat ditanya apakah insiden dua pesawat Southwest Airlines dengan mesin yang sama ini, mengarah pada persoalan luas pada pesawat jenis Boeing 737-700. NTSB tengah fokus mencari tahu penyebab mesin pesawat jenis itu meledak di udara.

Sementara itu, seorang sumber yang memahami situasi menyebut Southwest Airlines sedang memeriksa mesin jenis yang sama, usai insiden ini. Pemeriksaan fokus pada 400-600 mesin jenis CFM56 yang berusia lebih tua. Diperkirakan pemeriksaan mesin akan diselesaikan dalam waktu 30 hari. Pihak GE Aviation dan Safran yang merakit mesin itu juga mengirimkan 40 teknisi untuk membantu pemeriksaan Southwest.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed