DetikNews
Kamis 19 April 2018, 12:45 WIB

Model Playboy Kini Bisa Beberkan Kisah Asmaranya dengan Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Model Playboy Kini Bisa Beberkan Kisah Asmaranya dengan Trump Karen McDougal (Instagram/Karen McDougal)
Washington DC - Karen McDougal, mantan model Playboy yang pernah menjadi selingkuhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terbebas dari kesepakatan tutup mulut dengan penerbit media AS. Kini McDougal bebas berbicara ke publik soal kisah asmaranya dengan Trump.

Seperti dilansir AFP, Kamis (19/4/2018), kesepakatan baru telah tercapai antara penerbit American Media Inc (AMI) yang memiliki tabloid National Enquirer, dengan McDougal. Diketahui bahwa McDougal terikat kesepakatan tutup mulut dengan AMI sejak Agustus 2016.

Kesepakatan itu juga mengatur kontrak hak eksklusif kisah hidup McDougal dengan AMI, selaku pemilik National Enquirer. McDougal menjual kisah asmaranya dengan Trump kepada AMI seharga US$ 150 ribu (Rp 2 miliar). Namun AMI tidak pernah mempublikasikan kisah McDougal itu. Beberapa waktu lalu, McDougal menggugat AMI agar bisa terlepas dari kontrak eksklusif dan kesepakatan tutup mulut itu.


Media ternama AS, New York Times (NYT), menyebut kesepakatan terbaru ini mengakhiri gugatan hukum yang diajukan McDougal itu. Di sisi lain, sebut NYT, kesepakatan terbaru ini juga melindungi Trump agar tidak terseret lebih jauh dalam kasus hukum yang melibatkan upaya-upaya membungkam para wanita yang pernah menjalin hubungan dengannya. Trump telah menyangkal pernah berhubungan dengan McDougal.

Juru bicara AMI telah mengonfirmasi adanya kesepakatan baru antara pihaknya dengan McDougal. Dituturkan juru bicara ini, McDougal akan muncul dalam sampul dan menjadi subjek artikel feature dalam edisi majalah Men's Journal, juga milik AMI, pada September mendatang.

Di bawah kesepakatan baru, AMI memiliki hak atas setiap keuntungan, hingga US$ 75 ribu (Rp 1 miliar), yang didapat dari kisah McDougal yang diungkapkan ke publik di masa mendatang.


McDougal menyambut baik kesepakatan yang baru dengan AMI ini. "Saya merasa lega bisa memberitahukan kebenaran soal kisah saya ketika saya ditanyai, dan saya berharap bisa kembali ke kehidupan pribadi saya dan fokus pada hal-hal yang berarti bagi saya," ucap McDougal.

"Firma kami merasa senang karena mampu membantu Karen dalam mencapai hasil menguntungkan dan membebaskannya dari ketakutan untuk berbicara kebenaran," timpal pengacara McDougal, Peter Stris.

Dalam gugatannya, McDougal menuding AMI yang bosnya adalah teman Trump, telah memperdaya dirinya agar menandatangani kontrak eksklusif dan menyebut pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, mengintervensi secara tidak semestinya. Kesepakatan ini masuk dalam penyelidikan jaksa federal terhadap Cohen dan kesepakatan-kesepakatan bisnisnya yang lain.


Bulan lalu, Biro Investigasi Federal (FBI) menyita sejumlah dokumen dari kantor dan kediaman Cohen. Disebutkan bahwa dokumen-dokumen terkait pembayaran terhadap McDougal dan seorang mantan bintang porno Stormy Daniels, juga ikut disita. Daniels yang juga pernah menjadi selingkuhan Trump, menggugat Trump dan Cohen secara terpisah. Sama seperti McDougal, Daniels ingin menggugurkan kesepakatan tutup mulut yang melibatkan pembayaran US$ 130 ribu untuknya, oleh Cohen sebelum pilpres 2016.

Simak bagaimana awalnya Trump digugat oleh sang model Playboy:


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed