DetikNews
Senin 16 April 2018, 19:15 WIB

Trump Serukan Mantan Bos FBI James Comey Dipenjara

Novi Christiastuti - detikNews
Trump Serukan Mantan Bos FBI James Comey Dipenjara Mantan Direktur FBI, James Comey (REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan agar mantan Direktur Biro Penyelidikan Federal (FBI) James Comey dipenjara. Trump menuding Comey telah membocorkan informasi rahasia dan berbohong ke Kongres AS.

Seperti dilansir media Inggris, Telegraph, Senin (16/4/2018), komentar keras Trump ini masih menanggapi wawancara eksklusif Comey dengan ABC News yang tayang Minggu (15/4) kemarin dan buku baru Comey berjudul 'A Higher Loyalty: Truth, Lies and Leadership' yang akan dirilis Selasa (17/4).

Dalam buku itu, Comey mengungkapkan Trump pernah menekan dirinya untuk menyatakan loyalitas. Sedangkan dalam wawancara dengan ABC News, Comey mengakui judul bukunya diambil dari 'percakapan aneh' antara dirinya dengan Trump di Gedung Putih pada Januari 2017, sesaat usai Trump dilantik. Comey juga menyebut Trump seperti 'bos mafia' dan 'secara moral tidak pantas menjadi Presiden AS'.


Via Twitter, Trump memberikan reaksi keras terhadap buku juga wawancara Comey dengan ABC News itu. Dengan nada marah, Trump menyebut Comey 'slippery' atau licik dan 'slimeball' atau orang yang buruk. Trump juga menyebut Comey sebagai Direktur FBI terburuk dalam sejarah. Pada salah satu komentarnya, Trump menuding Comey banyak melakukan pelanggaran dan layak dipenjara.

"Pertanyaan-pertanyaan besar tidak terjawab dalam buku Comey yang direview buruk, seperti, bagaimana dia membocorkan Informasi Rahasia (penjara), mengapa dia berbohong ke Kongres (penjara), mengapa DNC (Komite Nasional Partai Demokrat) menolak memberikan server ke FBI (mengapa mereka tidak MENGAMBIL-nya), mengapa memo palsu, US$ 700 ribu untuk McCabe dan lebih banyak lagi?" sebut Trump via Twitter.




Andrew McCabe merupakan Wakil Direktur FBI yang mundur usai banyak dikritik Trump. McCabe mundur pada Maret 2017, usai muncul informasi bahwa istrinya menerima donasi politik US$ 700 ribu dari sekutu dekat Hillary Clinton, saat mencalonkan diri menjadi anggota Senat Virginia.


Dalam komentarnya, Trump juga membantah pernah meminta Comey menyatakan loyalitas. "Saya tidak pernah meminta Comey untuk Loyalitas Pribadi. Saya bahkan tidak mengenal orang ini. Hanya salah satu dari banyak kebohongannya. Memo-memonya hanya sepihak dan PALSU," tegasnya.

"James Comey yang licik, pria yang selalu berakhir buruk dan gagal (dia tidak cerdas!), akan menjadi Direktur FBI TERBURUK dalam sejarah, sejauh ini!" imbuh Trump via Twitter.

"Tidak bisa dipercaya, James Comey menyatakan bahwa Polling, di mana Crooked Hillary memimpin, menjadi faktor dalam menangani (dengan bodoh) penyelidikan Email Clinton. Dengan kata lain, dia mengambil keputusan berdasarkan fakta bahwa dia pikir dia (Hillary) akan menang, dan dia ingin mendapat jabatan. Slimeball!" kicau Trump menyerang Comey.


Dalam wawancara dengan ABC News, Comey mengakui keyakinan dirinya bahwa Hillary akan menang pilpres 2016 menjadi faktor yang mendasari dirilisnya memo ke Kongres AS untuk memberitahukan FBI mengkaji ulang skandal email Hillary. Memo yang dirilis beberapa hari sebelum pilpres AS pada November 2016 itu justru membuat Hillary kalah dan memenangkan Trump secara mengejutkan.

"Pasti demikian. Saya tidak ingat pernah memikirkan itu secara sadar, tapi pasti demikian. Saya beroperasi di dunia di mana Hillary Clinton akan mengalahkan Donald Trump. Saya yakin itu menjadi faktor. Saya tidak ingat pernah mengucapkannya, tapi seperti itu. Bahwa dia akan menjadi presiden terpilih dan jika saya menyembunyikan ini dari rakyat Amerika, dia akan tidak sah saat dia terpilih, saat hal ini terungkap," jelasnya.


(nvc/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed