DetikNews
Sabtu 12 November 2016, 17:33 WIB

Kalah dari Trump, Tim Kampanye Hillary Clinton Salahkan Direktur FBI

Novi Christiastuti - detikNews
Kalah dari Trump, Tim Kampanye Hillary Clinton Salahkan Direktur FBI Hillary Clinton usai menyampaikan pidato kekalahan dalam pilpres (REUTERS/Carlos Barria)
Washington - Para penasihat tertinggi Hillary Clinton menyalahkan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey atas kekalahan dari Donald Trump dalam pilpres. Disinyalir, surat pengkajian ulang kasus email Hillary yang dikirimkan Comey kepada Kongres AS telah melemahkan pendukung Hillary.

Seperti dilaporkan Politico dan dilansir Press TV, Sabtu (12/11/2016), bahwa kepala divisi penelitian opini dalam tim kampanye Hillary, Navin Nayak, mengirimkan email ke jajaran staf senior Hillary, pada Kamis (10/11), yang isinya menjelaskan secara garis besar soal 'sinyal-sinyal awal' kekalahan Hillary.

"Kita meyakini bahwa kita kalah dalam pilpres ini sejak pekan lalu," sebut Nayak dalam emailnya yang dipublikasi oleh Politico.

Baca juga: Pidato Hillary Clinton Usai Kalah Pilpres Menuai Banyak Pujian

"Surat Comey dalam 11 hari sebelum pilpres, membantu melemahkan pemilih kita dan juga mengurangi dukungan kritis bagi kita di antara kalangan pemilih kulit putih berpendidikan tinggi -- khususnya di wilayah pinggiran," imbuhnya.

"Kita juga berpikir bahwa surat Comey yang kedua, yang dimaksudkan untuk membebaskan Menteri (Hillary) Clinton, sebenanrya membantu meningkatkan jumlah pemilih Trump," jelas Nayak.

Email Nayak itu juga menyoroti sejumlah tantangan lain yang dihadapi tim kampanye Hillary selama kampanye, termasuk keinginan rakyat AS untuk berubah setelah dua periode dipimpin presiden dari Partai Demokrat dan keengganan rakyat AS untuk memilih capres wanita.

Baca juga: Warga AS Bertemu Hillary Clinton di Kawasan Hutan New York Usai Kalah Pilpres

Selain tantangan itu, sebut Nayak, Hillary sudah berada di jalur kemenangan hingga pekan lalu ketika semuanya berubah drastis dalam waktu singkat. Momentum pekan lalu, menurut Nayak, beralih ke Trump. "Para pemilih yang memutuskan pekan lalu untuk beralih ke Trump memiliki selisih besar. Jumlah ini bahkan lebih besar di negara bagian battleground," sebutnya.

Lebih lanjut, Nayak menyebut surat Comey mendorong pendukung Trump dan menekan pendukung Hillary pada hari pemungutan suara digelar. "Tidak diragukan bahwa seminggu sebelum hari pemungutan suara, Menteri Clinton berpotensi mengalami kemenangan bersejarah. Pada akhirnya, kurang dari 110 ribu suara dari puluhan juta suara yang tercatat pada hari pilpres membuat perbedaan dalam pencapresan ini," terangnya.

"Pada akhirnya, pengungkapan perkembangan situasi dalam pencapresan yang terlambat membuktikan terlalu banyak rintangan bagi kita untuk bisa diatasi," tandasnya menyimpulkan.


(nvc/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed