Jurnalis Palestina yang Ditembak Tentara Israel Meninggal

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 07 Apr 2018 15:17 WIB
jurnalis Palestina ditembak tentara Israel saat bentrokan di Gaza (Foto: Dok. REUTERS/Mohammed Salem)
Gaza - Seorang jurnalis Palestina yang terkena tembakan pasukan Israel saat bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza, telah meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/4/2018), Yasser Murtaja, fotografer kantor berita Ain Media yang berbasis di Gaza, terkena tembakan tentara Israel dalam bentrokan pada Jumat (6/4) waktu setempat. Jurnalis Palestina itu meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit akibat luka tembak yang dialaminya.

[Gambas:Video 20detik]



Militer Israel menolak berkomentar mengenai insiden itu. Hanya disebutkan bahwa pihak militer Israel tengah meninjau insiden tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza juga mengumumkan kematian pria Palestina lainnya, Hamza Abdel Aal (20) yang ditembak di sebelah timur Al-Bureij di Gaza tengah.


Dengan korban jiwa terbaru tersebut, jumlah warga Palestina yang tewas dalam bentrokan di Gaza pada Jumat (6/4) bertambah menjadi sembilan orang. Bentrokan terjadi saat ribuan warga Palestina kembali menggelar aksi demo besar-besaran di sepanjang perbatasan Gaza. Sejumlah demonstran Palestina dilaporkan melakukan aksi bakar ban dan melemparkan batu ke tentara-tentara Israel, yang kemudian merespons dengan melepaskan tembakan peluru dan gas air mata. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, sedikitnya 491 warga Palestina juga terluka dalam bentrokan tersebut.

Pekan lalu, bentrokan juga terjadi di sepanjang perbatasan Gaza saat ribuan warga Palestina menggelar aksi demo serupa. Sedikitnya 18 warga Palestina tewas dalam bentrokan pada Jumat (30/3) waktu setempat tersebut.

Aksi demo tersebut merupakan awal dari aksi protes yang rencananya akan digelar selama enam pekan, yang akan berakhir pada 15 Mei mendatang, hari yang oleh rakyat Palestina disebut sebagai "Nakba" atau "Bencana", ketika tahun 1948 lalu sekitar 700.000 warga Palestina diusir atau mengungsi akibat perang yang mendorong berdirinya negara Israel. Para demonstran menuntut agar para pengungsi Palestina dibolehkan kembali ke kota-kota dan desa-desa asal mereka.

(ita/ita)