Pemerintah Kanada Diminta Untuk Terima Pengungsi Rohingya

Pemerintah Kanada Diminta Untuk Terima Pengungsi Rohingya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 04 Apr 2018 16:05 WIB
Pemerintah Kanada Diminta Untuk Terima Pengungsi Rohingya
pemerintah Kanada diminta menerima pengungsi Rohingya (Foto: Reuters)
Ottawa - Pemerintah Kanada diminta untuk menerima para pengungsi Rohingya dan mendesak negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Utusan khusus Perdana Menteri Kanada untuk Myanmar, Bob Rae menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Ottawa, Kanada pada Selasa (3/4) waktu setempat.


"Kanada harus menunjukkan kesediaan untuk menyambut pengungsi dari komunitas Rohingya di Bangladesh maupun Myanmar dan seharusnya mendorong pembicaraan negara-negara yang berpikiran serupa untuk melakukan hal yang sama," ujar Rae kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/4/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rae menyampaikan hal tersebut di akhir misi pencarian faktanya ke Bangladesh dan Myanmar terkait krisis Rohingya. Rae juga memperkirakan, dana bantuan tahunan senilai 150 juta dolar Kanada dibutuhkan selama empat tahun ke depan guna menyediakan bantuan, pendidikan dan mendukung infrastruktur di lebih dari 12 kamp pengungsi di Bangladesh, dekat perbatasan Myanmar.


Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyambut rekomendasi yang disampaikan tim Rae tersebut. Dikatakannya, pemerintahannya dalam beberapa pekan ke depan akan menelaah rekomendasi tersebut dan menguraikan tindakan lebih lanjut yang akan diambil. Tahun lalu, pemerintah Kanada menjanjikan bantuan kemanusiaan senilai 25 juta dolar Kanada untuk Rohingya.

Sekitar 700 ribu warga Rohingya telah mengungsi dari Rakhine, Myanmar sejak operasi militer dimulai pada Agustus 2017 lalu. Mereka mengungsi ke Bangladesh dan tinggal di kamp-kamp kumuh yang penuh sesak.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut operasi militer Myanmar tersebut mengarah ke praktik pembersihan etnis Rohingya. Namun militer Myanmar menegaskan, operasinya merupakan langkah sah untuk memberantas para militan Rohingya yang melancarkan serangan-serangan mematikan ke pos-pos polisi. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads