Picu Perkelahian, 23 Orang Sekeluarga Diusir dari Kapal Pesiar

Picu Perkelahian, 23 Orang Sekeluarga Diusir dari Kapal Pesiar

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 19 Feb 2018 16:33 WIB
Picu Perkelahian, 23 Orang Sekeluarga Diusir dari Kapal Pesiar
Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
New South Wales - Gara-gara memicu perkelahian, sebanyak 23 orang yang masih satu keluarga besar diusir dari kapal pesiar yang tengah berlayar di wilayah Australia di Pasifik Selatan. Perkelahian ini memicu sejumlah korban luka di dalam kapal.

Seperti dilansir CNN, Senin (10/2/2018), insiden ini terjadi di atas kapal pesiar Carnival Line yang sedang berlayar dari Melbourne menuju New Califonia di Pasifik Selatan dan kembali lagi ke Australia selama 10 hari.

Tayangan video amatir dari kapal tersebut menunjukkan beberapa penumpang saling dorong dan bergumul satu sama lain. Pergumulan juga terjadi dengan para petugas keamanan kapal. Mereka saling berteriak dengan keras sehingga membuat penumpang lain khawatir. Video yang beredar juga menunjukkan beberapa petugas keamanan menendangi penumpang yang terlibat perkelahian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memiliki pendekatan toleransi nol untuk perilaku berlebihan yang berdampak pada tamu-tamu lainnya," demikian pernyataan pihak Carnival Cruse Line. "Sejalan dengan kebijakan ini, kami bekerja sama penuh dengan otoritas lokal di Australia untuk menurunkan kelompok keluarga besar yang terlibat aksi mengganggu di atas Carnival Legend," imbuh pernyataan itu.


Sebuah video amatir lainnya yang dirilis stasiun radio Melbourne, 3AW, menunjukkan para penumpang bersorak saat polisi menggiring orang-orang yang terlibat perkelahian turun dari kapal pesiar.

Dalam keterangan terpisah, Kepolisian New South Wales (NSW) menyebut pihaknya mendapat laporan bahwa sejumlah pria terlibat perkelahian pada Jumat (16/2) pagi waktu setempat. Saat itu, posisi kapal pesiar ini ada di perairan berjarak 220 kilometer dari Jervis Bay, New South Wales, Australia. Para petugas keamanan yang ada di dalam kapal melakukan intervensi dan menahan sejumlah orang sebelum melapor ke polisi setempat.

"Pukul 13.30 waktu setempat (16/2), enam pria dan tiga remaja laki-laki diturunkan dari kapal di Twofold Bay, Eden," sebut Kepolisian NSW. "Sebanyak 14 penumpang lainnya, termasuk beberapa wanita dan anak-anak, juga meninggalkan kapal. Kelompok itu dibawa ke Canberra di mana pengaturan perjalanan lainnya dilakukan," imbuh pernyataan kepolisian itu.

Pihak Carnival Legend dan Kepolisian NSW tidak mengungkapkan penyebab perkelahian ini. Jumlah korban luka juga tidak diungkap ke publik. Baik Kepolisian NSW dan pengelola kapal pesiar ini menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan.

[Gambas:Video 20detik]


Hingga Senin (19/2) waktu setempat, belum ada dakwaan pidana yang dijeratkan. Tidak ada satupun tersangka yang ditahan otoritas Australia. Kepolisian NSW hanya menegaskan kembali bahwa penyelidikan belum selesai.

Keterangan penumpang lainnya menyebut ada banyak korban luka. "Ada banyak orang berkeliaran dengan luka sobek di kepala dan tangan dan perban di mana-mana," tutur penumpang bernama Kellie Peterson kepada radio lokal 3AW.

Akibat insiden ini, kapal yang mampu menampung hingga 2.100 penumpang ini berlabuh lebih awal dari jadwal. Para penumpang lainnya diturunkan di Melbourne pada Sabtu (17/2) waktu setempat. Penumpang lainnya minta uang tiket mereka seharga AUS$ 999 di-refund secara penuh.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads