DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 16:16 WIB

Penembakan di Jantung Kota Chicago, KJRI Imbau WNI Tetap Waspada

Rita Uli Hutapea - detikNews
Penembakan di Jantung Kota Chicago, KJRI Imbau WNI Tetap Waspada Foto: Dok. Chicago Police Department
Chicago - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago, Amerika Serikat mengimbau warga Indonesia di kota tersebut untuk tetap waspada usai penembakan yang menewaskan seorang perwira tinggi kepolisian setempat.

Konsul Jenderal Rosmalawati Chalid menyatakan, tidak ada WNI yang menjadi korban ataupun terlibat dalam kejadian ini.

"Kami menghimbau agar WNI di negara bagian Illinois, khususnya kota Chicago, untuk selalu bersikap waspada," ujar Konjen Rosmalawati dalam rilis pers yang diterima detikcom, Rabu (14/2/2018).

"Untuk keadaan emergency, masyarakat Indonesia di kota Chicago bisa menghubungi hotline KJRI Chicago di +1312 547 9114. Kami siap membantu," imbuhnya.

Pada hari Selasa (13/2) pukul 14.00 CST, terjadi penembakan di Gedung James R. Thompson, yang berada di jantung kota Chicago. Kejadian ini menewaskan seorang perwira tinggi Kepolisian Kota Chicago, Commander Paul R. Bauer.

Insiden diawali ketika polisi patroli menghampiri seorang pria yang bertingkah mencurigakan. Polisi mencurigai pria tersebut terlibat dalam transaksi narkoba dan penembakan yang terjadi akhir pekan sebelumnya. Pelaku kemudian melarikan diri dari kejaran petugas.

Commander Bauer yang kebetulan berada di lokasi kejadian berusaha membantu petugas patroli. Nahas, pelaku mengeluarkan sejumlah tembakan yang mengenai bagian kepala Commander Bauer.

Insiden ini mengejutkan berbagai pihak mengingat Gedung James R. Thompson terletak di pusat kota Chicago. Gedung ini merupakan lokasi kantor berbagai biro pemerintah tingkat federal maupun negara bagian Illinois. Di dalamnya terdapat public foodcourt, stasiun kereta dan pertokoan. Lokasi gedung ini juga sangat dekat dengan berbagai kantor perwakilan asing, termasuk KJRI Chicago.

Saat ini, pelaku telah berhasil ditangkap dan diamankan. Kepolisian Kota Chicago tidak merilis informasi mengenai identitas pelaku.

Terdapat setidaknya 800 orang WNI yang tinggal di berbagai wilayah di kota Chicago. Umumnya mereka adalah pelajar di berbagai universitas dan institusi pendidikan yang ada di kota asal mantan Presiden AS Barack Obama ini.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed