DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 18:34 WIB

Kongres AS Loloskan Rencana Anggaran untuk Akhiri Shutdown

Novi Christiastuti - detikNews
Kongres AS Loloskan Rencana Anggaran untuk Akhiri Shutdown Kini dibutuhkan tanda tangan Trump untuk mengakhiri shutdown singkat di AS (REUTERS/Yuri Gripas)
Washington DC - Kongres Amerika Serikat (AS) akhirnya meloloskan rencana anggaran untuk membiayai pemerintah federal hingga 23 Maret mendatang. Kini, dibutuhkan tanda tangan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri shutdown singkat pemerintah AS.

Shutdown yang kedua kali di bawah pemerintahan Trump ini dimulai sejak Jumat (9/2) dini hari waktu AS, atau siang hari waktu Indonesia bagian Barat. Shutdown terjadi setelah Senat AS melewatkan batasan waktu tengah malam untuk menggelar voting bagi rencana anggaran terbaru. Batas waktu itu berakhir pada Kamis (8/2) tengah malam waktu AS, atau Jumat (9/2) siang WIB.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Jumat (9/2/2018), Senat AS melanjutkan sesi pembahasan rencana anggaran ini pada Jumat (9/2) dini hari waktu setempat. Voting untuk rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur rencana anggaran federal itu digelar pada pukul 02.00 waktu Washington DC.

RUU itu mengatur rencana anggaran pengganti atau 'stopgap spending-bill' dan rencana anggaran keseluruhan untuk jangka waktu dua tahun yang mencapai US$ 300 miliar. Voting di Senat berjalan lancar dengan hasil 71 suara mendukung melawan 28 suara menolak.


Para pemimpin Senat AS dari Partai Republik dan Partai Demokrat sebenarnya telah menyepakati rencana anggaran itu. Namun Senator Republik, Rand Paul, memiliki keberatan karena rencana anggaran itu menambah defisit negara. Dia terus berbicara di ruang sidang Senat AS selama lebih dari 9 jam, secara on-off atau selang-seling, pada Kamis (8/2) hingga batas waktu tengah malam berakhir.

Dari Senat, RUU itu dibawa ke House of Representatives (HOR) atau DPR AS juga untuk divoting. Voting di DPR AS ini diwarnai ketegangan.

Beberapa anggota parlemen Demokrat terang-terangan menentang rencana anggaran itu karena tidak melingkupi anggaran untuk program Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) yang melindungi imigran muda ilegal yang terancam deportasi. Kubu Demokrat sempat menyatakan tidak akan mendukung rencana anggaran itu, kecuali Ketua DPR AS Paul Ryan berjanji akan membahas rencana anggaran untuk program imigrasi itu di kemudian hari.

Selain perlawanan dari Demokrat, sejumlah anggota parlemen Republikan yang konservatif juga menentang rencana anggaran itu. Mereka yang menentang menanggap peningkatan anggaran federal tanpa pemotongan, merupakan hal yang ceroboh. Rencana anggaran itu mengatur peningkatan anggaran militer dan pengeluaran domestik hingga US$ 300 miliar untuk dua tahun ke depan. Dengan tidak adanya pengurangan dalam bentuk pemotongan anggaran atau pendapatan pajak, maka nantinya pemerintahan AS dibiayai dengan dana pinjaman.


Republikan yang menguasai DPR AS butuh dukungan Demokrat untuk meloloskan RUU itu. Setelah melalui berbagai lobi dan perdebatan, RUU yang mengatur rencana anggaran itu diloloskan DPR AS pada Jumat (9/2) pagi waktu AS. Sebanyak 240 anggota parlemen mendukung dan 186 anggota parlemen lainnya menolak RUU itu. Hasil akhir menunjukkan 73 anggota parlemen dari kubu Demokrat akhirnya mendukung RUU itu, setelah sempat menolaknya. Sementara 67 anggota parlemen Republikan menolaknya.

Dengan diloloskannya RUU itu oleh Senat dan DPR AS, maka selanjutnya RUU itu dibawa ke meja Trump. Tanda tangan Trump akan resmi memberlakukan RUU itu dan mengakhiri shutdown. Dalam pernyataannya, Gedung Putih menegaskan Trump dipastikan akan menandatangani RUU yang mengatur anggaran pemerintah federal hingga 23 Maret mendatang.

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed