Seperti dilansir Reuters, Kamis (8/2/2018), kenaikan level polusi di Bangkok ini terjadi beberapa hari setelah Badan Pengendalian Polusi mengimbau warga untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
Beberapa pekan terakhir, warga Bangkok mengeluhkan kabut yang sangat tebal dan gangguan pernapasan yang mereka alami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen Pengendalian Polusi melaporkan kadar PM 2,5 di kota Metropolitan Bangkok pada Kamis (8/2) siang waktu setempat mencapai 72-95 mikrogram per m3, dengan kemungkinan akan terus meningkat. Angka itu tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan kadar tahunan PM 2,5 seharusnya tidak lebih dari 10 mikrogram.
"Kami memperingatkan kelompok-kelompok yang berisiko termasuk mereka yang sakit ... warga lanjut usia dan anak-anak. Kami telah memperingatkan bahwa mereka tidak seharusnya melakukan aktivitas di luar ruangan," imbau Wakil Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Polusi, Suwanna Tiansuwan.
Disebutkan Tiansuwan bahwa kurangnya angin beberapa hari terakhir membuat polusi berakumulasi di udara.
Data terbaru yang dilaporkan Departemen Pengendalian Polusi menyebut level AQI di pusat kota Bangkok telah mencapai level tidak sehat, yakni 135 pada Kamis (8/2) sore waktu setempat. Laporan ini tidak menyertakan kadar PM 2,5 yang berisiko tinggi bagi kesehatan manusia. Secara terpisah, data dari aplikasi ponsel American AirVisual yang menyertakan PM 2,5 menunjukkan level polusi di Bangkok berada di angka lebih tinggi yaitu 154.
Dampak dari kenaikan level polusi udara ini, sejumlah sekolah di Bangkok terpaksa diliburkan pada Kamis (8/2) waktu setempat.
"Kami menerima informasi dari sekolah anak perempuan saya bahwa mereka memantau level polusi dan akan tetap mengupayakan anak-anak di dalam ruangan hingga situasi membaik," tutur salah satu orang tua murid di Bangkok, Joanna Lorgrailers (32), yang merupakan ibu dua anak.
Sejumlah sekolah internasional di Bangkok telah memasang perangkat pengukur polusi udara. Pihak sekolah terus saling berkoordinasi untuk mencari cara agar anak-anak tidak banyak terpapar polusi.
(nvc/ita)










































