Curiga Suriah Punya Senjata Kimia Baru, AS Bisa Lancarkan Serangan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 02 Feb 2018 17:39 WIB
Ilustrasi -- korban serangan kimia di Suriah (Ammar Abdullah/Reuters)
Ilustrasi -- korban serangan kimia di Suriah (Ammar Abdullah/Reuters)
Washington DC - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencurigai pemerintah Suriah tengah mengembangkan senjata kimia jenis baru. Presiden AS Donald Trump dilaporkan bersiap mempertimbangkan aksi militer lanjutan, jika diperlukan, terhadap Suriah untuk menangkal serangan kimia.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (2/2/2018), hal tersebut disampaikan oleh sejumlah pejabat senior pemerintahan AS pada Kamis (1/2) waktu setempat.

Rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad diyakini merahasiakan sebagian stok senjata kimia Suriah. Hal itu dilakukan rezim Assad meskipun telah tercapai kesepakatan antara Rusia-AS yang mengatur agar Suriah menyerahkan seluruh senjata kimianya untuk dihancurkan tahun 2014 lalu.

Dituturkan sejumlah pejabat senior AS kepada wartawan, pasukan militer rezim Suriah malah 'mengembangkan' persenjataan kimia mereka. Militer Suriah juga diyakini terus menggunakan senjata kimia itu dalam jumlah kecil, dalam beberapa kesempatan sejak serangan rudal AS terhadap pangkalan udara Suriah pada April 2017.


Menurut para pejabat senior AS yang enggan disebut namanya, karakterisik serangan-serangan kimia beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa rezim Suriah kemungkinan tengah mengembangkan senjata kimia jenis baru. Metode peluncuran serangan kimia yang mengandung racun berbahaya juga mengalami perubahan, yang diduga agar asalnya sulit dilacak.

Pada April 2017, Trump memerintahkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Shayrat di Suriah setelah serangan kimia mematikan terjadi di kawasan yang dikuasai pemberontak Suriah. Saat itu diyakini serangan kimia Suriah dilancarkan dari Shayrat. Serangan AS semacam ini bisa terjadi lagi.

"Kami mempertimbangkan hak untuk menggunakan kekuatan militer demi mencegah atau menangkal penggunaan senjata kimia," ungkap salah satu pejabat senior AS. Pejabat ini enggan menjelaskan secara spesifik soal serangan kimia separah apa yang bisa memicu aksi militer AS.


Pejabat senior AS lainnya menyebut jika komunitas internasional tidak bertindak cepat untuk mengendalikan rezim Assad, persenjataan kimia milik Suriah diperkirakan bisa menyebar hingga keluar perbatasan Suriah, bahkan mungkin saja ke pantai-pantai AS.

"Ini akan menyebar jika kita tidak melakukan apapun," ucap pejabat senior AS tersebut.

Kecurigaan baru muncul setelah pekan lalu, serangan gas klorin terjadi di kawasan yang dikuasai pemberontak Suriah di sebelah timur Damaskus. Serangan itu membuat 13 orang tiba-tiba jatuh sakit. Para pejabat negara-negara Barat mencurigai rezim Suriah di balik serangan kimia itu.

(nvc/ita)