DetikNews
Selasa 30 Januari 2018, 17:45 WIB

Presiden Liberia Potong Gajinya untuk Bantu Perekonomian Negara

Novi Christiastuti - detikNews
Presiden Liberia Potong Gajinya untuk Bantu Perekonomian Negara George Weah (REUTERS/Tiksa Negeri)
Monrovia - Presiden Liberia, George Weah, mengumumkan dirinya akan memotong gajinya untuk membantu kondisi perekonomian negara yang memburuk. Hal ini menjadi salah satu tindakan pertama Weah, yang merupakan mantan bintang sepakbola profesional di klub-klub Eropa ini, sebagai Presiden Liberia yang baru.

"Dalam mengamati situasi perekonomian yang memburuk sangat cepat, saya memberitahukan kepada Anda hari ini, dengan segera, bahwa saya akan mengurangi gaji dan tunjangan saya sebanyak 25 persen," ucap Weah dalam pidato kenegaraan pertamanya pada Senin (29/1) waktu setempat, seperti dilansir CNN, Selasa (30/1/2018).

Weah dilantik menjadi Presiden Liberia sejak pekan lalu. Weah menggantikan Presiden Liberia sebelumnya, Ellen Johnson Sirleaf. Penyerahan kekuasaan dari Weah ke Sirleaf ini menjadi momen bersejarah, yakni untuk pertama kali dalam sejarah Liberia kekuasaan diserahkan dari satu pemimpin yang terpilih secara demokratis ke pemimpin lainnya.


Sirleaf menjabat Presiden Liberia sejak tahun 2006 dan mencetak sejarah sebagai presiden wanita pertama di negara itu. Tahun 2011, Sirleaf menjabat untuk periode kedua setelah kembali memenangkan pemilu. Sebelum Sirleaf menjabat, Liberia dilanda perang sipil selama bertahun-tahun.

Dalam pidato kenegaraan pertama di hadapan Dewan Legislatif Nasional Liberia pada Senin (29/1) waktu setempat, Weah menekankan situasi perekonomian mengerikan yang tengah dihadapi Liberia.

"Perekonomian kita hancur, pemerintah kita bangkrut, mata uang kita terjun bebas, inflasi melonjak, pengangguran berada di angka yang luar biasa tinggi dan cadangan devisa kita berada di level terendah yang pernah ada," sebut Weah.


Liberia yang berpenduduk 4,6 juta jiwa ini, didirikan oleh sejumlah budak yang dibebaskan dari Amerika Serikat (AS) pada abad ke-19. Negara di Afrika Barat ini telah sejak lama berjuang untuk mengentaskan kemiskinan. Liberia selama 14 tahun dilanda perang sipil yang berakhir tahun 2003 dan pada tahun 2014 menghadapi wabah Ebola yang menewaskan lebih dari 4 ribu orang.

Sebelum menjadi Presiden Liberia, Weah dikenal sebagai legenda sepakbola dan dianggap sebagai salah satu pemain sepakbola terhebat dari kawasan Afrika. Weah pernah bermain untuk beberapa klub sepakbola ternama Eropa seperti Monaco, PSG, AC Milan, Manchester City dan Chelsea.

Dalam pidatonya, Weah mengumumkan potongan gajinya akan diberikan kepada pemerintah Liberia dan dialokasikan untuk yang membutuhkan. "Saya meyakini bahwa sangat pantas bagi kita semua untuk melakukan pengorbanan demi kepentingan negara kita," tegasnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed