Seperti diketahui bahwa Trump kerap menggunakan Twitter untuk mengumumkan kebijakannya, menyerang musuh-musuhnya dan mengkritik negara-negara tertentu, seperti Korea Utara (Korut).
Akun Twitter pribadi @realDonaldTrump sejauh ini telah memiliki 47,2 juta followers hingga Minggu (28/1) waktu setempat. Trump juga memiliki satu akun Twitter resmi sebagai Presiden AS, yakni akun @POTUS yang merupakan kependekan dari 'President of the United States'. Namun Trump lebih sering memakai @realDonaldTrump dan akun @POTUS kebanyakan me-retweet kicauan Trump dari akun pribadinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika saya tidak punya bentuk komunikasi itu, saya tidak bisa membela diri saya," tegas Trump dalam wawancara dengan ITV News yang ditayangkan Minggu (28/1) waktu setempat. "Saya mendapati banyak sekali berita palsu, banyak berita yang salah atau dibuat-buat," imbuhnya.
Trump menyebutnya sebagai situasi gila, saat banyak orang di dunia menanti kicauan-kicauannya via Twitter. Lebih lanjut, Trump mengaku dirinya terkadang memposting sendiri pesan Twitter-nya dan terkadang diposting dari ranjangnya di Gedung Putih.
"Mungkin terkadang di ranjang, mungkin terkadang saat sarapan atau makan siang atau kapan saja, tapi biasanya saat pagi-pagi hari, atau saat malam hari saya bisa melakukan apa saja, tapi saya sangat sibuk pada siang hari, berjam-jam. Saya sibuk," ujar Trump saat ditanya apakah dirinya pernah berbaring di ranjang dengan memegang ponsel sambil berpikir apa yang akan diposting.
"Saya juga terkadang hanya mendikte sesuatu secara cepat dan memberikannya kepada salah staf saya untuk mempostingnya," imbuh Trump.
Dalam wawancara yang sama, Trump mengklaim dirinya sangat terkenal di Inggris. Diketahui bahwa rencana kunjungan Trump ke Inggris menuai protes. Banyak politikus Inggris dan publik yang menyerukan agar Trump tidak berkunjung ke negara mereka. Bahkan sebanyak 1,86 juta orang telah menandatangani petisi yang meminta agar Trump dilarang masuk ke Inggris.
"Saya mendapat begitu banyak surat penggemar dari orang-orang di negara Anda -- mereka menyukai kepedulian saya pada keamanan, mereka menyukai apa yang saya katakan soal banyak hal berbeda," ucapnya.
(nvc/ita)











































